Kota Medan

Ramadhan Fair XX Dibuka, Medan Mendadak Jadi Pusat Ngabuburit

295
×

Ramadhan Fair XX Dibuka, Medan Mendadak Jadi Pusat Ngabuburit

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kalau ada satu momen yang bikin warga Medan kompak keluar rumah selain diskon besar-besaran, jawabannya: Ramadhan Fair.

Rabu (25/2/2026) malam itu, tabuhan bedug dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, resmi membuka Ramadhan Fair XX di Taman Sri Deli.

Bedug ditabuh, lampu-lampu menyala, warga berdatangan, dan Medan pun kembali ke habitat aslinya: ramai, wangi gorengan, dan penuh toa pengajian.

Dua puluh tahun bukan usia yang sebentar. Artinya, sudah dua dekade Pemerintah Kota Medan merawat satu tradisi yang entah bagaimana selalu sukses bikin orang bilang, “Buka puasa di sana aja, yuk.”

Dalam sambutannya, Rico mengaku bersyukur bisa kembali bertemu Ramadan sekaligus membuka Ramadhan Fair ke-20. Ia bahkan sempat bernostalgia.

“Tidak terasa sudah satu tahun yang lalu saya membuka Ramadhan Fair XIX. Tahun ini alhamdulillah kita bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan sekaligus membuka Ramadhan Fair XX,” katanya.

 

Bedanya dengan tahun lalu? Tata letak stan.

 

Kalau sebelumnya tenda banyak “ngumpet” di tengah, tahun ini lebih terbuka. Hasilnya? Pengunjung membludak dan para pedagang nggak lagi merasa jualannya seperti main petak umpet.

“Ini acara yang wajib kita nantikan setiap tahunnya sebagai ikon Kota Medan,” ujar Rico, disambut riuh warga yang sepertinya memang sudah meniatkan diri untuk minimal beli es campur satu.

 

150 Gerai dan Ujian Iman Bernama Takjil

 

Ramadhan Fair XX bukan sekadar panggung seremoni. Ini adalah arena tempur UMKM. Tahun ini ada 150 gerai kuliner dan 21 stan kriya dari berbagai kecamatan.

Secara matematis, itu berarti peluang gagal diet meningkat drastis.

Rico bahkan mempersilakan warga buka puasa di lokasi, lanjut nongkrong habis tarawih, lalu pulang dengan kantong belanja yang entah kenapa selalu lebih berat dari rencana awal.

“Mudah-mudahan semua makanan di sini enak rasanya,” tambahnya. Sebuah doa yang sangat realistis.

Bagi Pemko Medan, acara ini bukan cuma soal jualan. Ramadhan Fair disebut sebagai ikhtiar menyatukan syiar agama, kebudayaan, dan perputaran ekonomi rakyat. Bahasa simpelnya: ibadah jalan, UMKM aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *