Kota Medan

Ramadhan Fair XX Dibuka, Medan Mendadak Jadi Pusat Ngabuburit

296
×

Ramadhan Fair XX Dibuka, Medan Mendadak Jadi Pusat Ngabuburit

Sebarkan artikel ini

 

Haddad Alwi dan Nostalgia Religi Massal

 

Pembukaan makin syahdu ketika Haddad Alwi naik panggung. Lagu-lagu selawat yang sudah akrab di telinga sejak era kaset pita sukses bikin ribuan pengunjung ikut bernyanyi.

 

Ada momen di mana Medan terasa seperti satu koor raksasa.

 

Usai seremoni, Rico bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, berkeliling meninjau stan UMKM.

Satu per satu gerai disambangi—semacam inspeksi yang kemungkinan besar juga disertaiicip-icip tipis.

Turut hadir dalam pembukaan itu Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, unsur Forkopimda, hingga Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam Shah. Lengkap.

Dari birokrasi sampai simbol budaya, semua kumpul di satu titik: taman kota yang berubah jadi pusat peradaban takjil.

 

Sebulan Penuh Tausiah dan Lomba

 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Benny Sinomba Siregar melaporkan bahwa Ramadhan Fair XX berlangsung 25 Februari sampai 16 Maret 2026.

Selama hampir sebulan, agenda diisi tausiah, kultum dari ustaz lokal dan nasional, serta penampilan artis religi. Ada juga lomba Da’i Cilik, azan, pembacaan surah pendek, hingga lomba stan terbaik.

Jadi kalau kamu merasa Ramadan cuma tentang menahan lapar dan haus, Ramadhan Fair ini seperti ingin berkata: “Santai, ngab. Di sini ada versi lengkapnya.”

Dua puluh tahun berjalan, Ramadhan Fair bukan lagi sekadar event tahunan. Ia sudah menjelma jadi ritual kolektif warga Medan: tempat bertemu, berdoa, berjualan, dan tentu saja—berburu kolak.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *