Sumatera Utara

Gubernur Sumut Resmikan Jembatan Aek Sipange di Tapanuli Selatan

207
×

Gubernur Sumut Resmikan Jembatan Aek Sipange di Tapanuli Selatan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, TAPANULI SELATAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan Jembatan Aek Sipange di Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis, 5 Maret 2026.

Jembatan di ruas jalan Sipagimbar itu dibangun untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, termasuk menuju Kabupaten Padang Lawas Utara.

Jembatan sepanjang 50 meter tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp21 miliar. Pembangunan dimulai pada Juni 2025 dengan lebar total 8 meter, yang terdiri atas badan jalan selebar 6 meter dan trotoar masing-masing 1 meter di kedua sisi.

Bobby Nasution mengatakan pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mempercepat pembangunan di kawasan Tapanuli Bagian Selatan.

Menurutnya, akses infrastruktur menjadi kunci bagi pembangunan desa-desa di wilayah tersebut.

“Kami sudah melihat langsung desa-desa yang dilalui. Salah satu kunci utama untuk mempercepat pembangunan adalah jembatan ini, terutama untuk akses masuk material dan barang-barang,” kata Bobby saat peresmian.

Ia juga menyebutkan pemerintah provinsi berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Awalnya pembangunan direncanakan dilakukan sekaligus dari sisi Tapanuli Selatan dan Padang Lawas Utara. Namun rencana itu terkendala ketersediaan material di sekitar lokasi.

“Kalau langsung dikerjakan satu ruas sekaligus, bukan soal anggarannya, tetapi material di sekitar wilayah Tapsel yang belum mencukupi,” ujarnya.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengatakan keberadaan Jembatan Aek Sipange diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Aek Bilah dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita, terutama di Kecamatan Aek Bilah dan daerah sekitarnya,” kata Gus Irawan.

Sebelum jembatan tersebut dibangun, warga harus menyeberangi sungai untuk melintas. Kondisi itu dinilai berisiko karena arus sungai cukup deras, terutama saat musim hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *