Peristiwa

Konflik Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia, Pasar Energi Global Terancam

348
×

Konflik Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia, Pasar Energi Global Terancam

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM,TIMUR TENGAH – Ketegangan konflik yang melibatkan Iran menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasar energi global.

Situasi yang memanas di kawasan tersebut berpotensi memberikan dampak berkepanjangan terhadap pasokan minyak dunia serta memicu kenaikan harga energi internasional.

Melansir Al Jazeera, Minggu (8/3/2026), konflik di kawasan Teluk telah meningkatkan risiko gangguan terhadap jalur distribusi minyak strategis dunia, terutama di Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute pelayaran energi paling penting di dunia.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Laut Arab.

Setiap harinya jutaan barel minyak mentah dari negara-negara produsen utama di Timur Tengah melintasi jalur tersebut sebelum dikirim ke pasar global di Asia, Eropa, dan Amerika.

Gangguan keamanan di jalur tersebut membuat sejumlah kapal tanker menghadapi ancaman tinggi.

Beberapa di antaranya bahkan dilaporkan menunda perjalanan akibat meningkatnya ketegangan di kawasan itu.

Negara-negara produsen minyak seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk menyalurkan ekspor minyak mereka ke berbagai negara konsumen.

Para analis memperingatkan bahwa jika konflik berlangsung dalam waktu lama, gangguan terhadap jalur energi tersebut dapat menekan pasokan minyak global dan memicu kenaikan harga energi dunia.

Selain berdampak pada sektor energi, gangguan terhadap jalur pelayaran internasional juga berpotensi mempengaruhi perdagangan global.

Lebih dari 80 persen perdagangan dunia saat ini masih bergantung pada jalur laut, sehingga ketidakstabilan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz dapat memicu efek domino terhadap perekonomian dunia.

Para pengamat menilai harga minyak dunia berpotensi tetap tinggi selama konflik belum mereda, dan kondisi ini dapat meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara yang bergantung pada impor energi dari Timur Tengah.***

Sumber: melansir Al Jazeera, Minggu (8/3/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *