Peristiwa

‎Ketegangan Iran–Israel Memanas, Rudal Hantam Wilayah Energi di Haifa

301
×

‎Ketegangan Iran–Israel Memanas, Rudal Hantam Wilayah Energi di Haifa

Sebarkan artikel ini
‎Rudal hipersonik Iran jatuh di Haifa dan membakar kilang minyak(foto: tangkap layar Video yang beredar di platform X (Twitter) dari akun WMX Media (@WMX_MEDIA), diunggah Minggu (8/3/2026).

‎TERITORIAL24.COM,Timur Tengah – Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah serangan rudal dilaporkan menghantam wilayah strategis di Kota Haifa, yang dikenal sebagai salah satu pusat energi dan perdagangan penting Israel.

‎Melansir Al Jazeera, Minggu (8/3/2026), sejumlah rudal yang diluncurkan dari Iran dilaporkan menargetkan area industri dan fasilitas energi di wilayah utara Israel, termasuk kawasan sekitar Haifa.

Serangan tersebut memicu kebakaran di beberapa lokasi serta menimbulkan kerusakan pada infrastruktur energi.

‎Haifa merupakan kota pelabuhan terbesar di Israel bagian utara yang memiliki berbagai fasilitas industri strategis, termasuk kompleks kilang minyak dan pelabuhan perdagangan internasional.

Wilayah ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu pusat distribusi energi dan logistik penting bagi perekonomian Israel.

‎Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa serangan rudal dan drone yang terjadi merupakan bagian dari eskalasi konflik yang terus meningkat antara Iran dan Israel.

Kedua pihak sebelumnya telah saling melancarkan serangan terhadap target militer maupun fasilitas strategis.

‎Otoritas Israel dilaporkan segera mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk mencegat sebagian proyektil yang masuk.

Namun beberapa rudal tetap berhasil menghantam area industri di sekitar kota tersebut dan menyebabkan kerusakan.

‎Sementara itu, pemerintah Israel meningkatkan status siaga nasional dan meminta warga di wilayah utara untuk mengikuti prosedur keselamatan serta berlindung di tempat perlindungan yang telah disediakan.

‎Konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah ini dikhawatirkan dapat berdampak luas terhadap stabilitas regional, termasuk potensi gangguan terhadap jalur energi global dan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

‎Para pengamat internasional menilai eskalasi militer antara kedua negara berisiko memperluas konflik jika tidak segera diupayakan langkah-langkah diplomatik guna meredakan ketegangan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *