Religi

Syawal Momentum Peningkatan Iman: Ustadz Muslim Istiqomah Ajak Jamaah Rawat Baterai Spiritual Pasca Ramadhan

460
×

Syawal Momentum Peningkatan Iman: Ustadz Muslim Istiqomah Ajak Jamaah Rawat Baterai Spiritual Pasca Ramadhan

Sebarkan artikel ini

Selesai Digembleng Selama Sebulan Penuh, Kini Saatnya Mengaplikasikan Nilai-Nilai Taqwa dalam Kehidupan Nyata

Agenda Halal bi Halal bersama para tamu di kediaman Ustadz Muslim Istiqomah,Selasa(24/3/2026)(foto:Din)

TERITORIAL24.COM, TEBING TINGGI – Gema takbir masih terasa hangat di hati umat Muslim. Memasuki bulan Syawal yang secara harfiah berarti “peningkatan”, momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi setiap individu untuk menunjukkan kualitas diri yang lebih baik setelah sebulan penuh digembleng di madrasah Ramadhan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ustadz Muslim Istiqomah, SSQ, CTP, di sela-sela agenda Halal bi Halal bersama para tamu di kediamannya, Selasa(24/3/2026).

Mulai dari jamaah majelis taklim, remaja masjid, hingga para santri nampak antusias mendengarkan pesan sejuk dari sang guru.

Ramadhan Sebagai ‘Charger’ Ruhani

Dalam penyampaiannya yang komunikatif, Ustadz Muslim mengibaratkan manusia layaknya perangkat elektronik yang membutuhkan pengisian daya.

Ramadhan dengan segala rangkaian ibadahnya—mulai dari puasa, tarawih, tadarus, hingga tahajud—adalah proses pengisian daya (charging) tersebut.

“Ibarat baterai yang baru saja dicas, maka sekarang saatnya kita berada dalam kondisi ‘jos’ dan aktif untuk digunakan. Setelah selesai digembleng, idealnya iman, amal, dan akhlak kita harus meningkat,” ujar beliau.

Mengaplikasikan Nilai Taqwa

Beliau menekankan bahwa indikator keberhasilan seorang hamba dalam meraih gelar muttaqin (orang yang bertaqwa) bukan hanya dilihat dari ibadah ritual selama Ramadhan, melainkan pada konsistensi (istiqomah) dalam kehidupan sehari-hari setelahnya.

Beberapa poin utama yang ditekankan untuk diaplikasikan pasca-Ramadhan antara lain:

* Peningkatan Akhlak: Menjadi pribadi yang lebih mulia dan santun dalam bertutur kata.

* Amalan Mulia: Mempertahankan ritme ibadah yang sudah terbentuk.

* Aplikasi Sosial: Menebar manfaat bagi lingkungan sekitar sebagai perwujudan nilai-nilai Al-Qur’an.

Merayakan Kemenangan dengan Maaf dan Bahagia

Menutup pesannya, Ustadz Muslim mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merayakan Idul Fitri dengan kegembiraan yang produktif, yakni dengan cara berbagi kebahagiaan dan saling memaafkan dengan tulus.

“Mari kita rayakan lebaran dengan gembira dan berbagi bahagia. Semoga kita semua mendapat keberkahan dari Allah SWT dan mampu menjaga nilai-nilai suci Ramadhan dalam setiap langkah kita ke depan,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *