TERITORIAL24.COM, MEDAN — Yayasan Haga Enoni Sendoro menjalin kerja sama beasiswa dengan Universitas Tjut Nyak Dhien sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya pekerja rantau asal Nias.
Program ini tidak hanya menyasar mahasiswa kurang mampu dan anak yatim piatu, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada para pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan secara mandiri di tengah keterbatasan ekonomi.
Pimpinan yayasan, Adilman Reliance Lawolo, mengatakan bahwa inisiatif tersebut lahir dari realitas yang dihadapi banyak anak muda perantauan di Kota Medan.
“Banyak anak muda Nias di Medan yang bekerja keras, mulai dari buruh hingga pekerja informal lainnya. Kami ingin mereka tetap bisa meraih gelar sarjana tanpa harus membebani orang tua di kampung,” ujarnya, Medan, Sabtu 25 April 2026.
Menurutnya, program ini dirancang fleksibel agar peserta dapat membagi waktu antara bekerja dan kuliah, sekaligus didukung dengan skema pembiayaan yang lebih ringan.
Sejak berdiri pada 2022, Yayasan Haga Enoni Sendoro telah membina sekitar 300 mahasiswa melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi swasta di Medan. Kehadiran program khusus bagi pekerja ini menjadi solusi atas keterbatasan yang selama ini menghambat akses pendidikan bagi kalangan perantau.
Adilman menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam mendorong perubahan sosial, terutama bagi generasi muda dari Pulau Nias.
Ia berharap, para penerima manfaat program ini ke depan mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah asal maupun di tempat mereka berkarya.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat membuka kesadaran publik bahwa pendidikan tinggi merupakan hak setiap individu, tanpa memandang latar belakang ekonomi, termasuk bagi mereka yang harus berjuang secara mandiri di perantauan.(AKBAR)












