Sumatera Utara

Pemprov Sumut Waspadai Kenaikan Harga Material dan Cuaca Ekstrem, Percepat Realisasi Program Strategis Daerah

86
×

Pemprov Sumut Waspadai Kenaikan Harga Material dan Cuaca Ekstrem, Percepat Realisasi Program Strategis Daerah

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengakui realisasi fisik sejumlah program pembangunan pada Triwulan I (TW I) masih relatif rendah.

Namun kondisi tersebut dinilai masih wajar karena sebagian besar kegiatan masih berada pada tahap persiapan administrasi dan proses kontraktual.

Pemprov Sumut mencatat, setelah memasuki April hingga Juni, progres pelaksanaan kegiatan mulai menunjukkan peningkatan signifikan seiring percepatan proses pengadaan barang dan jasa serta penandatanganan kontrak proyek konstruksi.

“Pada Triwulan I memang masih banyak kegiatan yang berada pada fase persiapan dan kontraktual. Namun memasuki April hingga Juni, sebagian besar kegiatan konstruksi sudah berkontrak sehingga progres pelaksanaan mulai meningkat,” ungkap Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Kabiro Adpem) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) Dr. H. Faisal Arif Nasution, S.Sos., M.Si, Rabu 10 Juni 2026 dalam temu pers.

Meski demikian, sambungnya, sejumlah tantangan masih membayangi pelaksanaan pembangunan.

Salah satunya adalah kenaikan harga material yang dipicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya pelaksanaan proyek pembangunan, khususnya sektor infrastruktur.

Selain faktor ekonomi, risiko cuaca juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dapat memengaruhi jadwal pelaksanaan proyek di lapangan.

Untuk mengantisipasi berbagai hambatan tersebut, Pemprov Sumut terus mendorong percepatan proses pengadaan barang dan jasa agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Sementara itu, pada Program Strategis Daerah (PSD), tercatat sebanyak 23 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi pelaksana utama dengan dukungan sejumlah OPD pendamping.

Sepanjang tahun berjalan, terdapat 322 kegiatan strategis daerah dengan total anggaran mencapai sekitar Rp850 miliar. Dari jumlah tersebut, nilai kontrak yang telah ditandatangani mencapai Rp493 miliar.

Adapun realisasi keuangan Program Strategis Daerah hingga akhir Triwulan I tercatat sebesar 8,45 persen, sedangkan realisasi fisiknya mencapai 5,76 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *