TERITORIAL24.COM, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) terus memperkuat pembekalan mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang kian dinamis.
Transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta munculnya peluang baru di sektor green jobs menjadi fokus utama dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompetitif.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan jabatan bertajuk Future-Proofing Your Career: Navigating the Green Job Wave 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan alumni Polteknaker sebagai wadah untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
“Perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Mahasiswa perlu membekali diri tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap kebutuhan industri menjadi kunci agar lulusan dapat terserap lebih cepat di pasar kerja.
Ia juga menyebut Polteknaker telah menunjukkan capaian positif, tercermin dari tingginya serapan alumni di berbagai sektor industri maupun kewirausahaan.
Seiring perkembangan zaman, kebutuhan terhadap kompetensi baru pun terus meningkat. Sejumlah profesi yang kini banyak dibutuhkan antara lain full stack engineer, data scientist, spesialis pemasaran digital, pengelola media sosial, kreator konten, hingga human resources business partner.
Estiarty mengingatkan bahwa jalur karier di masa depan semakin dinamis dan tidak selalu berjalan linear. “Jangan terpaku pada satu pilihan pekerjaan. Peluang baru akan terus muncul seiring perkembangan dunia kerja,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara capaian akademik dan kemampuan praktis yang dibutuhkan industri, seperti penguasaan teknologi, komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta ketahanan menghadapi tantangan kerja.












