Blitar Raya

Insentif Mandek 7 Periode, Sekolah Mitra SPPG Mojorejo 01 Blitar Mulai Bersuara

75
×

Insentif Mandek 7 Periode, Sekolah Mitra SPPG Mojorejo 01 Blitar Mulai Bersuara

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Sejumlah lembaga sekolah di Desa Mojorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, mengeluhkan belum cairnya insentif dari pengelola dapur SPPG Banyuurip. Hingga memasuki periode ketujuh pelaksanaan kerja sama, hak yang dijanjikan kepada masing-masing lembaga disebut belum juga dibayarkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap lembaga sekolah dijanjikan insentif sebesar Rp200 ribu per periode sebagai bentuk dukungan atas keterlibatan mereka dalam distribusi dan pendampingan program.

Namun hingga kini, pembayaran tersebut belum diterima oleh sejumlah sekolah mitra.

Kondisi itu memicu kekecewaan dari pihak sekolah. Mereka menilai insentif tersebut bukan sekadar nominal, melainkan bentuk penghargaan dan komitmen kerja sama yang seharusnya dipenuhi oleh pihak pengelola program.

Salah satu perwakilan sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku, selama ini pihaknya tetap menjalankan tanggung jawab sesuai arahan demi mendukung kelancaran program.

Namun, hingga saat ini belum ada kepastian terkait pencairan insentif yang dijanjikan.

“Kami tetap menjalankan tugas dan mendukung program dengan baik. Tapi sampai sekarang insentif yang dijanjikan belum cair juga. Kalau dihitung sudah tujuh periode,” ujarnya.

Menurutnya, meski nilai insentif tidak terlalu besar, kepastian pembayaran menjadi hal penting agar hubungan kerja sama tetap berjalan profesional dan saling menghargai.

Ia menyebut beberapa sekolah juga sudah berulang kali menanyakan pencairan tersebut kepada pihak terkait, namun belum memperoleh jawaban yang jelas.

Keluhan serupa turut disampaikan penanggung jawab lembaga lain di wilayah Mojorejo.

Mereka berharap pengelola SPPG Banyuurip segera memberikan penjelasan terbuka terkait keterlambatan pembayaran agar persoalan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.

“Yang kami harapkan sebenarnya bukan hanya nominalnya, tetapi kejelasan dan tanggung jawabnya. Karena ini menyangkut kesepakatan awal,” ungkap salah satu penanggung jawab sekolah lainnya.

Penulis: DidikEditor: Anwar Effendi Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *