TERITORIAL24.COM,SERDANG BEDAGAI –Menghadapi konfirmasi wartawan soal transparansi uang rakyat rupanya butuh “bakat” bersilat lidah.
Setidaknya, kesan itulah yang tertangkap dari respons Kepala SMAN 1 Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Mangarap Simanjuntak,Senin(19/5/2025).
Ketika data pelaporan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) institusinya memunculkan aroma kejanggalan, sang Kepala Sekolah justru sibuk memperdebatkan urusan “formalitas” komunikasi.
Saat dikonfirmasi oleh Tim Investigasi Media, Mangarap mengeluarkan jurus alibi yang menggelitik.
Beliau menyebut bahwa konfirmasi atau pertanyaan yang dilayangkan di luar tatap muka langsung dianggap “tidak resmi”.
“Yang resmi itu harus jumpa dan datang ke sekolah. Kalau lewat cara lain dianggap belum resmi,”* cetus Mangarap enteng.
Sebuah pernyataan yang dinilai publik sebagai upaya mengelak yang dipaksakan.
Pasalnya, Tim Media sudah berulang kali mengirimkan pesan konfirmasi via WhatsApp demi menjadwalkan pertemuan, namun jangankan jawaban, respons pun nihil.
Pola ini memicu dugaan miring: syarat “wajib datang fisik” diduga hanyalah bemper taktis. Sebab, jamak terjadi di lapangan, meski dikunjungi secara fisik pun, oknum pejabat sekolah kerap mendadak punya “seribu satu agenda luar” demi menghindari pertanyaan sensitif seputar isi brankas sekolah.
Tameng ‘Lolos Inspektorat’ vs Fakta Angka yang Berteriak
Tak hanya pandai beralibi soal prosedur komunikasi, Mangarap Simanjuntak juga langsung memasang tameng pamungkas. Ia mengklaim bahwa sekolah yang dipimpinnya sudah bersih dari dosa anggaran karena telah “dicuci” oleh tim pemeriksa.
“Sekolah kami sudah diperiksa Inspektorat, hasilnya tidak ada temuan, semuanya baik-baik saja dan sesuai aturan,”klaimnya dengan nada percaya diri.
Sayangnya, klaim “suci dari temuan” itu langsung rontok ketika dihadapkan pada lembar dokumen pelaporan keuangan periode 2024–2025.
Tim Investigasi menemukan fakta bahwa angka-angka yang dilaporkan SMAN 1 Tebing Tinggi justru menunjukkan tren “akrobat anggaran” yang sangat kasat mata.












