Politik

DPRD Medan Dapil I Sampaikan Hasil Reses, Infrastruktur dan Bansos Jadi Sorotan

101
×

DPRD Medan Dapil I Sampaikan Hasil Reses, Infrastruktur dan Bansos Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Persoalan banjir, drainase rusak, jalan berlubang hingga bantuan sosial yang dinilai belum merata menjadi keluhan dominan masyarakat dalam Reses V Anggota DPRD Kota Medan Daerah Pemilihan (Dapil) I Tahun Sidang 2025–2026.

Aspirasi warga tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Senin (18/5/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen didampingi Wakil Ketua DPRD Zulkarnaen dan Rajudin Sagala. Hadir pula Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap.

Laporan hasil reses dibacakan Robi Barus mewakili anggota DPRD Dapil I yang meliputi Kecamatan Medan Barat, Medan Baru, Medan Helvetia, dan Medan Petisah.

Robi mengatakan persoalan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah tersebut, terutama terkait banjir dan drainase yang belum tertangani maksimal.

“Keluhan masyarakat paling banyak terkait banjir dan drainase yang hingga kini belum tertangani secara maksimal,” ujar Robi.

Ia menyebutkan hasil reses akan menjadi pokok-pokok pikiran DPRD yang diteruskan kepada Bappeda Kota Medan sebagai bahan penyusunan program pembangunan tahun 2027.

Menurutnya, reses menjadi sarana bagi anggota dewan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dalam laporan itu, warga Jalan Sejahtera, Medan Petisah mengeluhkan drainase tersumbat yang menyebabkan genangan air, bau tidak sedap, dan banyak nyamuk.

Keluhan serupa juga disampaikan warga di kawasan Jalan Gaperta, Jalan Bunga Cempaka, Jalan KL Yos Sudarso, Jalan Putri Hijau hingga bantaran Sungai Deli yang kerap terdampak banjir saat hujan deras.

Masyarakat meminta normalisasi sungai dan parit, rehabilitasi drainase, pengaspalan jalan lingkungan, hingga pembangunan bronjong penahan longsor di kawasan rawan banjir.

“Normalisasi sungai dan perbaikan drainase harus menjadi prioritas untuk mengurangi banjir di permukiman warga,” katanya.

Selain infrastruktur, warga turut menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang dinilai belum maksimal dan memicu penyumbatan saluran air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *