Politik

Syaiful Ramadhan Ingatkan Wali Kota Medan: Mutasi 69 Pejabat Jangan Cuma Jadi Agenda Bagi-Bagi Kursi

104
×

Syaiful Ramadhan Ingatkan Wali Kota Medan: Mutasi 69 Pejabat Jangan Cuma Jadi Agenda Bagi-Bagi Kursi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pelantikan puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Medan rupanya belum sepenuhnya mengundang tepuk tangan.

Di tengah seremoni pengambilan sumpah dan janji jabatan terhadap 69 pejabat manajerial yang dilakukan Wali Kota Medan, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan, justru mengeluarkan alarm peringatan.

Pesannya sederhana, tetapi cukup menohok: jangan sampai mutasi dan promosi jabatan hanya berubah menjadi ritual rutin yang ujung-ujungnya sekadar bagi-bagi kursi.

Politikus PKS itu mengingatkan bahwa jabatan birokrasi seharusnya diisi oleh orang-orang yang memang paham medan tempur, menguasai tugas pokok dan fungsi, serta tahu betul persoalan yang sedang dihadapi Kota Medan.

“Pelantikan jabatan jangan sekadar menjadi agenda seremonial atau bagi-bagi jabatan. Pastikan pejabat yang diberikan amanah benar-benar mengerti tugasnya, memahami wilayah kerjanya, dan mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kota Medan,” kata Syaiful, Jumat (19/6/2026).

 

Medan Masih Bergulat dengan Masalah Lama

 

Menurut Syaiful, pergantian pejabat sejatinya diharapkan membawa perubahan. Namun, sampai sekarang, masyarakat belum benar-benar merasakan adanya lompatan signifikan, baik dari sisi pembangunan fisik maupun kualitas sumber daya manusia.

Masalah-masalah klasik yang saban tahun menjadi bahan keluhan warga, menurutnya, masih betah bercokol.

Saat hujan turun, genangan air masih muncul di sejumlah titik. Tingkat kriminalitas masih membuat warga waswas.

Urusan parkir masih sering semrawut. Belum lagi pelayanan publik yang dinilai belum maksimal, termasuk layanan kesehatan di beberapa puskesmas.

“Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemko Medan. Genangan air masih terjadi di berbagai titik, kriminalitas masih menjadi kekhawatiran masyarakat, parkir masih carut-marut, dan pelayanan kesehatan di puskesmas juga perlu banyak pembenahan,” ujarnya.

Daftar persoalan itu menunjukkan bahwa warga sebenarnya tidak terlalu sibuk menghitung berapa banyak pejabat yang dilantik. Yang mereka tunggu justru hasil kerjanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *