TERITORIAL24.COM,TEBING TINGGI – Menanggapi kian maraknya peredaran gelap narkotika yang menjangkau hingga pelosok perkampungan, tujuh organisasi lintas sektor di Kota Tebing Tinggi secara resmi menyatakan sikap untuk bersatu.
Langkah strategis ini diawali dengan pertemuan konsolidasi yang digelar di Markas Besar Gerakan Masyarakat Anti Narkoba (GEMAN), Jalan Gunung Sibayak, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, Jumat (29/5/2026).
Kolaborasi berskala besar ini melibatkan tujuh elemen dari organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, hingga tokoh agama, antara lain:
Persatuan Putra Putri Angkatan Darat (PPPAD)
Gerakan Masyarakat Anti Narkoba (GEMAN)
Majelis Taklim Persaudaraan Islam (MTPI)
Front Persaudaraan Islam (FPI)
Dewan Masjid Indonesia (DMI)
Pasukan Amal Sholeh (Paskas)
Ngobrol Asyik Cerita Agama (NGACA)
Kondisi Darurat dan Dukungan Penuh untuk Aparat
Ketua MTPI sekaligus Ketua FPI Kota Tebing Tinggi, Ustadz Muslim Istiqomah, menegaskan bahwa status peredaran narkoba di wilayahnya sudah masuk dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan.
Menurutnya, sinergi ini dibentuk sebagai bentuk tanggung jawab moral demi menyelamatkan generasi penerus bangsa.
> “Peredaran narkoba di kota kita sudah pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Kami siap mendukung penuh aparat penegak hukum, baik Polres Tebing Tinggi, BNN, Denpom, maupun Koramil untuk memberantas peredaran narkoba,” ujar Ustadz Muslim secara tegas.
Dukungan serupa juga disuarakan oleh Ketua PPPAD Kota Tebing Tinggi, Zulfikar Nasution.
Ia menyoroti korelasi kuat antara maraknya narkoba dengan lonjakan angka kriminalitas di masyarakat.
Zulfikar memastikan bahwa PPPAD bersama Laskar GEMAN siap berdiri di barisan terdepan untuk membantu TNI dan Polri di lapangan.
Senada dengan itu, Ketua Srikandi PPPAD 0204 DS, Rina Rintol, mendesak aparat agar bertindak berani dan tanpa kompromi.
Ia meminta agar penegakan hukum dilakukan secara totalitas tanpa ada praktik tebang pilih, terutama dalam menyasar para bandar besar.












