Sumatera Utara

Pemprov Sumut Gandeng Kajati Beri Pembekalan Peserta MTQ ke-40, Tak Cuma Soal Tilawah

111
×

Pemprov Sumut Gandeng Kajati Beri Pembekalan Peserta MTQ ke-40, Tak Cuma Soal Tilawah

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggandeng Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut (Kajatisu) Muhibuddin untuk memberikan motivasi sekaligus pembekalan karakter kepada para peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Provinsi Sumut.

Kepala Kejati Sumut dijadwalkan memberikan arahan kepada peserta dan kontingen dari seluruh kabupaten/kota pada pembukaan MTQ yang akan digelar di Medan.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap saat bertemu Muhibuddin di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumut, Jalan AH Nasution, Medan Johor, Senin (8/6/2026).

“Kehadiran kami kemari untuk mengundang Pak Kajati dalam pembukaan MTQ ke-40 agar memberikan bimbingan kepada seluruh peserta dan kontingen dari semua kabupaten/kota se-Sumut,” kata Sulaiman.

Ia menjelaskan, MTQ ke-40 tahun 2026 mengusung tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah”.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berakhlak, serta memiliki pemahaman Alquran yang kuat.

MTQ tingkat Provinsi Sumut dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 24 Juni 2026 dan dipusatkan di kawasan Gedung Astaka, Jalan Willem Iskandar, Medan.

Menanggapi undangan tersebut, Muhibuddin mengaku berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memberikan pembekalan kepada para peserta MTQ.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ tidak seharusnya berhenti pada kemampuan membaca atau menghafal Alquran semata, melainkan juga harus mendorong pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“MTQ ini sarana yang baik untuk mendekatkan masyarakat kepada Alquran. Menghafal Alquran juga jangan hanya sekadar menghafal, lebih baik mengamalkannya meski satu ayat,” ujar Muhibuddin.

Kajatisu yang baru sekitar tiga bulan menjabat itu juga mengingatkan pentingnya menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam bekerja dan menjalankan tugas.

Ia menekankan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan sesuai aturan agar tidak menimbulkan kerugian bagi negara.

“Sumut ini barometer. Persoalannya mau enggak mengubah semua urusan uang tunai menjadi semua urusan tuntas. Untuk mengubah memang tidak mudah, namun bukan tidak mungkin,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *