TERITORIA24.COM, MEDAN – Puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Medan, Rabu (17/6/2026).
Dalam aksinya, para demonstran menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta sejumlah kebijakan nasional lainnya.
Saat menyampaikan orasi, massa aksi sempat menendang dan menggoyang pagar Kantor DPRD Kota Medan.
Sejumlah demonstran juga melontarkan kata-kata bernada keras kepada petugas keamanan yang berjaga di lokasi.
Karena tidak ada anggota dewan yang langsung menemui mereka, suasana sempat memanas.
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Rajuddin Sagala, kemudian datang untuk menerima aspirasi para pengunjuk rasa. Namun, kehadirannya sempat ditolak oleh massa.
Massa aksi selanjutnya meminta Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, untuk menemui mereka. Namun, Ketua DPRD diketahui tidak berada di tempat.
Rajuddin Sagala kembali mendatangi massa dan berupaya membuka dialog dengan duduk bersama para demonstran.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan diterima dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Namun, dialog antara kedua belah pihak berlangsung di tengah suasana yang masih diwarnai interupsi dari sejumlah peserta aksi.
Setelah beberapa saat berupaya melakukan komunikasi dengan massa, Rajuddin Sagala kembali masuk ke dalam gedung DPRD Kota Medan.
Sementara para demonstran melanjutkan aksinya dengan menyampaikan tuntutan terkait berbagai kebijakan pemerintah pusat.
Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengamanan dari aparat kepolisian dan petugas keamanan setempat. Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar Kantor DPRD Kota Medan tetap dalam kondisi kondusif.(Akbar)












