Sumatera Utara

Toba Caldera Jadi Tuan Rumah GeoFest 2026, Perkuat Jejaring Internasional Geopark ASEAN

112
×

Toba Caldera Jadi Tuan Rumah GeoFest 2026, Perkuat Jejaring Internasional Geopark ASEAN

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGGp) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Geotourism Festival (GeoFest) ke-7 yang akan mempertemukan pengelola geopark dari kawasan Asia Pasifik dan ASEAN.

General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Dr. Azizul Kholis, SE, M.Si, M.Pd, mengatakan penyelenggaraan GeoFest merupakan tindak lanjut dari berbagai capaian yang berhasil diraih Toba Caldera di tingkat nasional maupun internasional, termasuk keberhasilan mempertahankan status Green Card UNESCO.

“Status Green Card ini memberikan kesempatan bagi Toba Caldera untuk terus mengembangkan kawasan geopark selama empat tahun ke depan dan akan kembali dievaluasi oleh UNESCO pada tahun 2029,” ujar Azizul Kholis dalam konferensi pers, Selasa 23 Juni 2026.

Selain berhasil mempertahankan status UNESCO Global Geopark, Toba Caldera juga mencatat prestasi dalam program Smart Region yang disetujui ASEAN Geopark Network (AGN). Dalam program tersebut, Toba Caldera meraih peringkat kedua di kawasan ASEAN dengan predikat Silver Award.

Di tingkat nasional, Toba Caldera turut menerima penghargaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri pada ajang Geopark Indonesia Top Leader Forum.

Azizul menjelaskan, rangkaian GeoFest 2026 diawali dengan kegiatan pra-event di Raja Ampat. Selanjutnya, kegiatan utama akan digelar di kawasan Danau Toba dengan agenda festival budaya dan seminar internasional.

Adapun kegiatan penutup atau post-event akan berlangsung di Lenggong Geopark, Perak, Malaysia.

Menurutnya, sejumlah tokoh penting dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Presiden Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Prof. Shigemitsu serta perwakilan UNESCO Jakarta.

Salah satu agenda utama GeoFest adalah pencanangan program Geopark Sister atau geopark kembar antarnegara.

Program ini bertujuan memperkuat jejaring internasional sekaligus meningkatkan kunjungan wisata berbasis geopark yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *