TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kalau beberapa hari terakhir warga Medan lebih akrab dengan kata “ngantre” daripada “isi penuh”, Pemerintah Kota (Pemko) Medan rupanya ikut dibuat penasaran. Sebab, janji distribusi BBM bakal normal sejak pekan lalu ternyata belum benar-benar terasa di lapangan.
Rabu (15/7/2026), Pemko Medan mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Misinya sederhana: meminta jawaban yang lebih jelas soal penyebab antrean kendaraan yang masih mengular di sejumlah SPBU.
Langkah itu merupakan instruksi langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang ingin memastikan persoalan distribusi BBM tidak terus menjadi drama harian bagi warga.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan Citra Effendi Capah memimpin rombongan yang juga diikuti Kepala Dinas Kominfo Arrahmaan Pane, Kabag Prokopim Arafat Syam, dan Kabag SDA Soeflie Putra.
Menurut Citra, sebenarnya koordinasi dengan Pertamina bukan baru kali ini dilakukan. Pada 8 Juli lalu, Pemko sudah duduk bersama Pertamina, Hiswana Migas, Ditjen Migas secara virtual, hingga Polda Sumut.
Saat itu, Pertamina menjelaskan gangguan distribusi dipicu persoalan teknis operasional, terutama pergantian sejumlah sopir mobil tangki yang berdampak pada pengiriman BBM ke SPBU. Bahkan, kondisi disebut-sebut bakal kembali normal pada Jumat, 10 Juli.
Masalahnya, kenyataan di lapangan berkata lain.
Alih-alih antrean berkurang, barisan kendaraan justru semakin panjang. Sejumlah SPBU bahkan sempat kehabisan stok, baik BBM subsidi maupun nonsubsidi, sehingga masyarakat pulang dengan tangki yang tetap kosong.
“Makanya kami datang lagi. Masyarakat butuh kepastian. Sebenarnya persoalannya masih sama atau ada kendala lain sehingga distribusi belum juga normal?” kata Citra.
Pemko, kata dia, tidak datang hanya untuk meminta penjelasan. Pemerintah kota juga menawarkan bantuan apabila ada hambatan yang bisa dibantu agar distribusi BBM kembali lancar.
Bahkan, sejak beberapa hari terakhir personel Dinas Perhubungan dan Satpol PP sudah diterjunkan ke sejumlah SPBU untuk membantu mengurai antrean dan mengatur lalu lintas agar kemacetan tidak semakin parah.
Di hadapan Pemko Medan, Pertamina kembali menegaskan bahwa persoalan bukan terletak pada stok BBM.
Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tito Rivanto memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Yang sedang dibenahi, menurutnya, adalah sistem distribusi menggunakan armada mobil tangki.
Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina mengaku sudah menambah armada mobil tangki, mendatangkan sopir dari pihak eksternal, serta memperbanyak SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Medan.
“Kami berharap langkah-langkah tersebut secara bertahap meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi lagi antrean panjang yang mengganggu kondusivitas di Kota Medan,” ujar Tito.
Ketika ditanya kapan kondisi benar-benar normal, Tito tidak menyebut tenggat waktu tertentu. Ia hanya memastikan Pertamina terus bekerja agar distribusi BBM kembali berjalan seperti biasa secepat mungkin.
Sementara itu, bagi warga Medan, satu harapan barangkali masih sama: semoga perjalanan ke SPBU kembali hanya butuh waktu mengisi tangki, bukan menghabiskan setengah hari dalam antrean.(Akbar)












