TERITORIAL24.COM, SIDOARJO – Dunia hukum dan penegakan keadilan di Jawa Timur kembali berduka. Advokat vokal asal Sidoarjo sekaligus pendiri gerakan No Viral No Justice, Muhammad Sholeh, S.H., M.H., yang akrab disapa Cak Sholeh, meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Cak Sholeh mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam setelah menjalani perawatan intensif selama 20 hari.
Almarhum diketahui berjuang melawan penyakit autoimun yang dideritanya selama kurang lebih lima tahun terakhir.
Kepergian Cak Sholeh meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, aktivis, hingga insan pers.
Sosoknya dikenal luas sebagai advokat yang vokal memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil dan konsisten mengawal berbagai kasus hukum yang menjadi perhatian publik.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Tulungagung (AJT), Catur Santoso. Ia menyebut wafatnya Cak Sholeh sebagai kehilangan besar bagi dunia hukum dan perjuangan keadilan.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar Aliansi Jurnalis Tulungagung, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Kita semua merasa sangat kehilangan sosok pengacara rakyat yang konsisten membela masyarakat kecil,” ujar Catur Santoso, Jumat (7/8/2026).
Menurut Catur, dedikasi Cak Sholeh melalui gerakan No Viral No Justice telah memberikan warna baru dalam upaya penegakan hukum di Indonesia. Keberaniannya menyuarakan kebenaran serta keterbukaannya kepada media membuat almarhum dihormati dan dikenang oleh banyak jurnalis.
“Semangat perjuangan beliau dan keberaniannya dalam mengawal kasus-kasus publik akan selalu menjadi inspirasi. Beliau membuktikan bahwa hukum harus hadir untuk semua lapisan masyarakat,” tambahnya.
Keluarga besar Aliansi Jurnalis Tulungagung turut mendoakan agar almarhum mendapatkan husnul khatimah, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.
Doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan menghadapi musibah ini.












