Politik

‎Serahkan Tadabbur Al-Qur’an kepada Pimpinan Majelis Syura PKS, Usman Jakfar: Mengembalikan Ruh Pembangunan kepada Al-Qur’an ‎

87
×

‎Serahkan Tadabbur Al-Qur’an kepada Pimpinan Majelis Syura PKS, Usman Jakfar: Mengembalikan Ruh Pembangunan kepada Al-Qur’an ‎

Sebarkan artikel ini

‎Karya ilmiah tersebut menjadi ikhtiar Usman Jakfar sebagai pendidik dan dai untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan, dakwah, pendidikan, dan pembangunan bangsa.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.(Kanan)menyerahkan buku Tadabbur Al-Qur’an kepada Ketua Majelis Syura PKS H. Mohamad Sohibul Iman, Ph.D. (atas) dan Sekretaris Majelis Syura PKS Dr. Ir. Suswono, MMA. (bawah)(Foto:Ist)

‎‎MEDAN|TERITORIA24.COM— Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A. menyerahkan karya tulis ilmiahnya berjudul Tadabbur Al-Qur’an kepada Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H. Mohamad Sohibul Iman, Ph.D. dan Sekretaris Majelis Syura PKS Dr. Ir. Suswono, MMA.

‎Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Usman Jakfar untuk memperluas tradisi keilmuan Islam sekaligus menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam kehidupan, dakwah, pendidikan, dan pembangunan bangsa.

‎Bagi Usman, Tadabbur Al-Qur’an tidak semata-mata merupakan karya akademis.

Buku tersebut lahir dari upaya seorang pendidik dan dai untuk menggali pesan Al-Qur’an agar tidak berhenti pada ruang kajian, tetapi dapat dihadirkan dalam kehidupan nyata.

‎«“Buku ini bukan sekadar karya akademis. Ini adalah ikhtiar saya sebagai pendidik, sebagai dai, dan sebagai anak bangsa, untuk mengembalikan ruh pembangunan kepada sumbernya, yaitu Al-Qur’an,” ujar Usman Jakfar.»

‎Dari Kajian Al-Qur’an Menuju Kemanfaatan

‎Menurut Usman, Al-Qur’an memiliki dimensi petunjuk yang luas bagi kehidupan manusia.

Karena itu, proses tadabbur tidak hanya berkaitan dengan membaca dan memahami ayat, tetapi juga berusaha menangkap pesan dan hikmah yang dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

‎Ia berharap karya tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mempertemukan ilmu, dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.

‎Usman juga menyampaikan harapannya agar buku Tadabbur Al-Qur’an memperoleh doa dan masukan dari para tokoh yang menerimanya sehingga karya tersebut dapat terus disempurnakan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

‎“Mohon doa dan masukannya agar karya kecil ini bisa memberi manfaat yang besar untuk dakwah dan Indonesia,” ungkapnya.

‎Bagi Usman, tradisi intelektual dalam Islam tidak dapat dilepaskan dari semangat mencari ilmu sekaligus menghadirkan kemanfaatan.

Karya ilmiah, dalam pandangan tersebut, bukan hanya menjadi dokumentasi pemikiran, tetapi juga dapat menjadi sarana menyampaikan pesan kebaikan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *