Kota Medan

Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Tak Sekadar Hafal Seni

93
×

Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Tak Sekadar Hafal Seni

Sebarkan artikel ini

MEDAN I TERITORIAL24.COM — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Putra-Putri Kebudayaan Kota Medan memperdalam pengetahuan tentang kebudayaan daerah sebelum mewakili Medan di tingkat Provinsi Sumatera Utara. Pengetahuan tentang budaya, kata dia, tidak cukup sebatas kemampuan menampilkan kesenian di atas panggung.

Pesan itu disampaikan Rico ketika menerima audiensi para pemenang Putra-Putri Kebudayaan Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Rico, mereka yang membawa nama kebudayaan Medan perlu memahami sejarah, seni, dan kuliner sebagai bagian dari identitas kota. Pemahaman tersebut diperlukan agar upaya memperkenalkan kebudayaan tidak berhenti pada tampilan luar.

“Pelajari tentang kebudayaan itu, mulai dari sejarah, kuliner, hingga seni. Kalian harus bisa mempelajari budaya secara mendalam,” kata Rico.

Rico juga menilai duta budaya memiliki peran dalam menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap keberagaman etnis dan kebudayaan di Medan.

Kota ini dihuni masyarakat dengan latar budaya yang beragam sehingga pengenalan kebudayaan, menurut dia, perlu dilakukan dengan pemahaman yang utuh.

Dalam audiensi itu, Rico turut membahas rencana Pekan Kebudayaan Daerah Kota Medan.

Ia mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai ruang edukasi kebudayaan bagi masyarakat dan generasi muda. Namun, unsur tradisional dalam penyelenggaraannya diminta tetap dijaga.

Budayawan Medan Muhar Omtatok yang mendampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution mengatakan enam pasang Putra-Putri Kebudayaan Kota Medan akan dikirim mengikuti ajang tingkat provinsi pada November mendatang.

Persiapan mereka berlangsung bersamaan dengan rencana Pekan Kebudayaan Daerah yang dijadwalkan digelar pada 8–10 Oktober 2026 di Lapangan Benteng Medan.

Kegiatan itu akan menghadirkan Kampung Budaya serta sejumlah kompetisi seni dan permainan tradisional.

Di antaranya zapin kreasi, egrang, berbalas pantun, dan menegakkan keris yang melibatkan pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *