MEDAN I TERITORIAL24.COM – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung bergotong royong dan menyapa warga di Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, Sabtu (7/11/2026).
Sejumlah persoalan masyarakat, mulai dari drainase, sampah, kerusakan jalan hingga keamanan lingkungan menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Sebelum berdialog dengan warga di Gereja HKBP Pengembangan, Jalan Mamiyai, Rico bersama jajaran terlebih dahulu mengikuti gotong royong membersihkan drainase dari tumpukan sampah dan sedimentasi.
Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi turut mengerahkan alat berat untuk membantu pengerukan saluran.
Dalam kegiatan Sapa Warga, Rico mendengarkan langsung berbagai keluhan masyarakat. Ia didampingi Pj Sekda sekaligus Inspektur Kota Medan Erfin Fachrurrazi, Anggota DPRD Medan Afif Abdillah, sejumlah pimpinan perangkat daerah dan Camat Medan Area Dedy Rustam Alamsyah Nasution.
Terkait persoalan genangan, Rico menjelaskan bahwa pengerukan drainase yang dilakukan belum cukup untuk mengatasi banjir. Pasalnya, sejumlah saluran di kawasan tersebut hanya memiliki lebar sekitar 40–50 sentimeter sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
Karena itu, Pemko Medan merencanakan pembangunan drainase baru di sejumlah titik untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan.
Rico juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke parit maupun gorong-gorong. Ia menyebutkan, produksi sampah Kota Medan mencapai sekitar 1.600 ton setiap hari sehingga membutuhkan penanganan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Selain drainase, perbaikan jalan menuju Kantor Lurah Tegal Sari III juga menjadi aspirasi warga. Rico menyebutkan, pengerjaannya telah masuk dalam perencanaan tahun 2027.
Sementara terkait jembatan penghubung Gang Santun menuju Gang Dame, ia meminta dinas terkait memeriksa kemungkinan peninggian jembatan.
Persoalan keamanan lingkungan turut menjadi perhatian setelah Pendeta Resort HKBP Pengembangan, RYNS Warjono Pasaribu, mengungkapkan gereja pernah kehilangan satu unit keyboard dan tiga unit AC akibat pencurian.










