MEDAN I TERITORIAL24.COM – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menampung berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat saat menggelar Safari Ashar dalam rangka Pemberdayaan Rumah Ibadah Masjid Pemerintah Kota Medan Tahun 2026 di Masjid Al-Muflihin, Jalan Sei Deli, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Selasa (3/11/2026) sore.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari kesulitan air bersih di sekolah, bantuan pendidikan, penataan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyediaan fasilitas kematian bagi warga kurang mampu, hingga persoalan drainase yang memicu banjir.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Muflihin, Ir. Abdulrahman Lubis, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Medan bersama jajaran Pemko Medan. Ia menyebut Rico Waas sebagai pejabat Pemko Medan pertama yang mengunjungi masjid tersebut.
“Baru Pak Rico Waas pejabat Pemko Medan pertama yang mengunjungi masjid kami ini,” ungkapnya yang disambut gema takbir ratusan jamaah.
Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan Safari Ashar bukan sekadar kegiatan ibadah bersama, melainkan menjadi sarana bagi pemerintah untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus mendengar persoalan yang membutuhkan penanganan.
“Intinya Safari Ashar ini bukan hanya untuk beribadah bersama, tetapi bagaimana pemerintah bisa hadir di tengah-tengah masyarakat secara langsung. Saya ingin memanfaatkan waktu ini untuk berinteraksi dan mendengar berbagai persoalan maupun aspirasi warga agar dapat kita carikan solusinya,” ujar Rico.
Pada kesempatan itu, Rico Waas didampingi Pj Sekda Kota Medan Erfin memberikan bantuan secara simbolis kepada BKM Masjid Al-Muflihin berupa dana pembangunan sebesar Rp50 juta, benih ikan, serta satu unit alat pembersih AC.
Lima Tahun Sekolah Kesulitan Air Bersih
Salah satu persoalan yang langsung mendapat perhatian Wali Kota adalah keluhan Abidin Batubara, S.Pd.I, guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 067954 wilayah Kecamatan Medan Petisah.
Abidin mengungkapkan sekolah tempatnya mengajar telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kurang lebih lima tahun.










