“Kekompakan menjadi kunci untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Penyediaan tenda dan keranda akan kita siapkan melalui OPD Pemko Medan,” ungkapnya.
Drainase Buruk Picu Banjir Masuk Rumah
Selain persoalan pendidikan dan sosial, warga juga mengeluhkan kondisi drainase yang dinilai belum pernah dibersihkan secara optimal. Akibatnya, genangan air kerap terjadi hingga masuk ke dalam rumah warga.
Rico meminta jajaran kecamatan dan kelurahan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera turun melakukan pengecekan dan pembersihan parit.
Ia juga menginstruksikan agar persoalan aliran air serta kondisi drainase ditelusuri secara menyeluruh sehingga penanganan banjir tidak hanya dilakukan secara sementara, tetapi menyentuh akar permasalahan.
Rico menegaskan seluruh jajaran Pemko Medan, mulai dari camat, lurah hingga pimpinan OPD, harus merespons setiap keluhan masyarakat secara cepat dan tepat.
Menurutnya, Safari Ashar merupakan momentum untuk memastikan pemerintah tidak hanya mendengar aspirasi warga, tetapi juga menindaklanjutinya melalui langkah konkret.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pj Sekda Kota Medan Erfin F. Razi, Ketua MUI Kota Medan, sejumlah pimpinan OPD, para asisten, kepala bagian, pimpinan majelis taklim, Camat Medan Barat Maswan, lurah, serta ratusan masyarakat Kelurahan Silalas.(Akbar)










