Menanggapi keluhan tersebut, Rico langsung meminta instansi terkait melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab persoalan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih di sekolah dapat segera terpenuhi.
“Air harus bisa masuk ke sekolah. Saya minta dicek bagaimana persoalannya, dan tahun ini harus bisa diselesaikan,” tegasnya.
Bantu Warga Urus Beasiswa dan Penataan UMKM
Aspirasi berikutnya disampaikan Yani, warga Lingkungan VI Kelurahan Silalas. Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga karena hanya berjualan di Lapangan Merdeka setiap hari Minggu dan bekerja sebagai tenaga pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Yani berharap anaknya yang kini duduk di kelas III SMA bisa mendapatkan bantuan beasiswa. Ia juga meminta solusi agar tetap dapat menjalankan usaha dagangnya tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.
Rico menjelaskan, bantuan beasiswa untuk jenjang SMA merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Meski demikian, ia meminta jajaran kecamatan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membantu mencarikan solusi bagi anak Yani.
Sementara terkait aktivitas berjualan, Rico meminta dilakukan pendataan dan pemeriksaan perizinan usaha.
Ia juga mendorong agar UMKM warga dibina dan ditingkatkan kualitasnya sehingga berpeluang mendapatkan fasilitas melalui program Pemko Medan.
“Kita akan carikan solusi agar ibu tetap bisa berjualan dengan mengikuti aturan yang berlaku. Usahanya juga perlu ditingkatkan, mulai dari izin, penataan hingga fasilitas yang bisa kita bantu,” katanya.
Fasilitas Tenda dan Keranda untuk Warga Kurang Mampu
Persoalan sosial lainnya yang mencuat dalam dialog tersebut adalah kebutuhan fasilitas kematian bagi masyarakat kurang mampu.
Warga meminta Pemko Medan menyediakan tenda dan keranda untuk membantu keluarga yang mengalami kemalangan, khususnya warga yang tidak tergabung dalam Serikat Tolong Menolong (STM) atau tidak mampu membayar iuran.
Menanggapi permintaan itu, Rico menegaskan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.










