Politik

UHA: Pemimpin Sejati Bukan Sekadar Berkuasa, tetapi Harus Berdampak ‎

199
×

UHA: Pemimpin Sejati Bukan Sekadar Berkuasa, tetapi Harus Berdampak ‎

Sebarkan artikel ini

Coach Bengkel Karakter tekankan pentingnya integrasi potensi, kompetensi, dan kesalehan dalam membangun pemimpin PKS yang berintegritas dan berorientasi pada kontribusi nyata.

Ust. H. Ahmad Hadian, S.Pd.I., M.A.P. (UHA), yang dikenal sebagai Coach Bengkel Karakter, sampaikan materi pada kegiatan Basic Leadership Training (BLT)(foto:Din)

‎BATU BARA | TERITORIAL24.COM – Kepemimpinan bukan sekadar persoalan jabatan dan kewenangan, melainkan kemampuan membangun karakter, menunjukkan kompetensi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat.

‎Pesan tersebut disampaikan Ust. H. Ahmad Hadian, S.Pd.I., M.A.P. (UHA), yang dikenal sebagai Coach Bengkel Karakter, dalam kegiatan Basic Leadership Training (BLT) bagi pengurus DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Kecamatan Laut Tador, Sei Suka, dan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.

‎Kegiatan bertema “Peningkatan Kapasitas untuk Membangun Pemimpin Berkarakter PKS (Potensial, Kompeten, Shalih)” tersebut berlangsung di Aula Al Barokah, Kecamatan Sei Suka, Ahad (11/10/2026).

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Capacity Building to Develop PKS Leaders yang diselenggarakan Akademi Pemimpin Indonesia (API) DPW PKS Sumatera Utara.

‎Tiga Pilar Kepemimpinan

‎Dalam pemaparannya, UHA menekankan bahwa pemimpin berkarakter harus mampu mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni Potensial, Kompeten, dan Shalih.

‎“Pemimpin tidak cukup hanya pandai berbicara tentang kebaikan. Ia harus berani mengatakan yang benar, konsisten melakukan yang benar, dan memastikan kehadirannya membawa manfaat. Jabatan adalah amanah, bukan sekadar kedudukan. Ukuran keberhasilan pemimpin bukan hanya seberapa besar kewenangannya, tetapi seberapa nyata kontribusinya bagi organisasi dan masyarakat,” tegas UHA.

‎Ia menjelaskan, pilar Potensial menekankan kemampuan mengenali dan mengembangkan kapasitas diri.

Pilar Kompeten berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan untuk menjalankan tugas secara efektif.

Sementara itu, pilar Shalih menjadi landasan moral yang tercermin melalui kejujuran, amanah, integritas, dan tanggung jawab.

‎Menurut UHA, ketiganya harus berjalan beriringan agar pemimpin tidak hanya cakap dalam bekerja, tetapi juga mampu menggunakan kewenangannya secara bertanggung jawab.

‎“Pemimpin yang potensial harus terus belajar. Pemimpin yang kompeten harus membuktikan kemampuannya melalui kinerja. Sementara itu, kompetensi harus dibingkai dengan integritas dan kesalehan agar amanah tidak kehilangan arah,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *