Asahan - Tanjungbalai

Diduga Upaya Muluskan Putra Ikut Seleksi P3K, Kepsek SDN 010121 Sei Piring “Pecat” Guru Honor

490
×

Diduga Upaya Muluskan Putra Ikut Seleksi P3K, Kepsek SDN 010121 Sei Piring “Pecat” Guru Honor

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, Asahan-Praktik tipu-tipu yang diduga dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) UPTD SD Negeri 010121 Sei Piring, Kecamatan Pulau Rakyat, Asahan, Saodah SPd dalam upaya memuluskan perjalanan putranya mengikuti seleksi teknis atau seleksi tahap pertama penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) Kabupaten Asahan Tahun Anggaran (TA) 2024, lambat laun terbuka satu per satu.

Tidak hanya menggunakan data dan status honorer fiktif, dengan kekuasaan yang dipegangnya, Kepsek tersebut juga disinyalir mengorbankan tiga orang guru honorer yang bertugas di sekolah yang dipimpinnya.

Tindakan tidak terpuji Kepsek yang disebut–sebut tempramental dan arogan itu dengan “memecat” atau memberhentikan ketiga guru honorer tersebut. Padahal ketiga mengabdi di sekolah itu tanpa gaji atau jasa pengabdian sebagaimana layaknya seorang pekerja.

“Saya 8 bulan mengajar sebagai tenaga guru honor di sekolah itu (SD Negeri 010121 Sei Piring-red) sedang dua teman saya, masing – masing 6 bulan. Namun sepanjang pengabdian itu, saya dan kedua teman saya itu tidak pernah menerima gaji atau honor dari Kepsek atau pihak yang bertanggungjawab di sekolah tersebut,” ujar Restika Febrianti kepada wartawan termasuk teritorial24,com dalam pertemuan di salah satu cafe cofee di Kecamatan Rahuning, Jum’at (21/03/2025).

Tika mengatakan, awalnya mereka sempat diiming – iming akan digaji atau diberi honor oleh Kepsek Saodah SPd. Iming – iming gaji itu dengan syarat mereka bertiga dapat merekrut anak yang akan masuk sekolah menjadi siswa atau siswi sekolah tersebut pada tahun ajaran baru.

Namun iming – iming tinggal iming – iming. Meski berhasil merekrut sejumlah anak menjadi peserta didik baru di sekolah itu, gaji honor yang diharapkan tidak juga didapat. Bahkan Kepsek Saodah SPd yang seharusnya bertanggung jawab akan janji tersebut, terkesan sengaja melakukan tindakan “pembodohan” itu untuk “memecatnya” atau memberhentikan mereka.

Tidak diketahui maksud dan tujuan Saodah Spd melakukan tindakan yang akhirnya memaksa ketiga guru honor itu harus rela meninggalkan sekolah itu dengan tangan hampa atau tanpa hasil pengabdian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *