TERITORIAL24.COM, Asahan- Kepala Sekolah (Kepsek) Unit Pelaksana Teknis Daerah Sekolah Dasar Negeri (UPTD SDN) 010121 Sei Piring, Kecamatan Pulau Rakyat, Asahan, Saodah SPd, terus menuai sorotan.
Belum habis jadi sorotan akibat ditengarai melakukan praktik tipu – tipu dalam upaya meloloskan putranya mengikuti seleksi tekhnis atau seleksi tahap pertama penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Asahan Tahun Anggaran (TA) 2024, Saodah SPd kembali bikin heboh.
Tindakan menghebohkan dilakukan Kepsek tersebut dengan beredarnya video aksinya menyuruh tiga orang siswi ( anak didiknya – red ) untuk membeberkan keburukan salah seorang guru honorer sertifikasi bawahannya bernama Putri.
Dalam video berdurasi kurang lebih 20 detik itu, dilakukannya dengan memaksa ketiga siswi itu mengatakan jika guru tersebut melarang mereka membeli jajanan di warung atau kedai miliknya.
Ironisnya, hal yang diduga dilakukan di bawah itimidasi itu, bukan hanya sekali. Tetapi dilakukan Saodah SPd secara berulang, hingga sebanyak dua kali. Perbutannya itu, tidak hanya membuat ketiga siswa terlihat tertekan dan merasa terpaksa, juga ketakutan.
Bukan hanya itu, tindakan tidak wajar Saodah SPd tersebjut tidak sampai di situ saja. Dirinya juga membagikan video itu lewat jaringan selular whatsapp-nya kepada guru – guru bawahannya termasuk kepada Putri.
“Saya heran, kok sepertinya dia (Saodah SPd – red) benci sekali sama saya. Kok dia sampai – sampainya membuat video seperti itu,” ujar Putri membenarkan isi video yang kini sudah beredar di tangan guru dan orang tua siswa itu ketika menjawab pertanyaan teritorial24.com, Kamis malam (17/04/2025).
Putri mengatakan, awalnya dirinya sempat mempertanyakan hal itu dengan mengirim chat kepada Saodah SPd, sebegitu video itu sampai ke jaringan selular whatsapp-nya. Namun Kepsek tersebut, tidak dapat merincikan maksud dan tujuan yang dilakukannya itu.
Putri mengungkapkan, tidak hanya merasa keberatan, dirinya juga sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan Saodah SPd itu. Karena tindakan Kepsek tersebut tidak hanya dapat memperburuk nama baiknya di tengah orang tua siswa dan masyarakat.












