“Sebagai Kepsek, tidak seharusnya dirinya melakukan perbuatan itu. Seharusnya dirinya membuat hal – hal yang menyenangka baik kepada guru maupun siswa,”kata Putri.
Hingga saat ini tidak diketahui latar belakang serta maksud dan tujuan Saodah SPd membuat video dinilai berbentuk propaganda dan ‘berbau” ujaran kebencian itu. Apakah sebagai tindakan balas dendam, karena curiga guru tersebut terlibat membeberkan aksi arogannya selama menjabat sebagai Kepsek UPTD SDN 010121 Sei Piring atau juga dicurigai ikut membeberkan praktik non prosedural yang dilakukannya dalam upaya meloloskan putranya mengikuti seleksi tekhnis atau seleksi tahap pertama penerimaan PPPK Asahan TA 2024.
Karena hingga saat ini Saodah SPd belum berhasil ditemui meski wartawan teritorial24.com telah berupaya menghubunginya lewat jaringan selular whatsapp-nya di nomor 08537301xxxx.
Sementara secara terpisah Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Kabid PTK) Dinas Pendidikan Asahan Juhari SPd yang dikonfirmasi wartawan teritorial24.com mengenai permasalahan video itu mengatakan, belum mengetahuinya sama sekali. Untuk itu, dirinya berjanji akan segera mengecek dan mempertanyakannya kepada Saodah SPd.
“Saya tidak tahu Bang, karena belum informasi. Mintalah saya viodenya Bang, biar saya cek dan pertanyakan,” cetus Juhari SPd.(gan)












