Nasional

Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Kerja Sama Budaya adalah Bentuk Solidaritas Indonesia untuk Palestina

538
×

Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Kerja Sama Budaya adalah Bentuk Solidaritas Indonesia untuk Palestina

Sebarkan artikel ini
Menteri Fadli turut mengenang sejumlah tokoh budaya Palestina yang menjadi korban dalam konflik(Foto:Dok kementerian kebudayaan)

TERITORIAL24.COM, Jakarta-Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kerja sama budaya menjadi wujud nyata solidaritas Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Dr. Zuhair Alshun, di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Fadli menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan penderitaan sipil di Gaza akibat konflik yang terus berlangsung.

Ia juga menyoroti kerusakan parah terhadap warisan budaya Palestina, termasuk hancurnya sekitar 195 situs bersejarah, seperti Masjid Agung Omari dan Gereja Porphyrius.

Menteri Fadli turut mengenang sejumlah tokoh budaya Palestina yang menjadi korban dalam konflik, seperti penyair Refaat Alareer dan jurnalis Safa Joudeh.

Ia menyebut karya-karya mereka sebagai simbol ketangguhan dan suara perlawanan rakyat Palestina.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Kebudayaan merancang sejumlah program kerja sama budaya dengan Palestina.

Program-program tersebut meliputi pameran seni, pemutaran film dan dokumenter, festival sastra, penerjemahan buku, serta diskusi publik yang menghadirkan penulis dan seniman Palestina.

Inisiatif ini bertujuan memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap karya-karya budaya Palestina sekaligus memperkuat ikatan solidaritas kedua bangsa.

Fadli Zon menyatakan kesiapan penuh Kementerian Kebudayaan dalam memperluas ruang kolaborasi dengan Kedutaan Besar Palestina di Jakarta.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan warisan budaya Palestina dan semangat perjuangan rakyatnya dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia dan dunia.

“Solidaritas kita terhadap Palestina bukan hanya melalui aspek politik dan kemanusiaan, tetapi juga melalui diplomasi budaya.”

“Kita ingin warisan budaya Palestina tetap hidup dan dikenal luas oleh masyarakat dunia,” ujar Fadli seperti dikutip Media Indonesia, 18 April 2025.

“Pendekatan budaya merupakan medium penting dalam menyuarakan keadilan dan perdamaian.”

” Ini adalah bagian dari komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan penuh bagi Palestina, tidak hanya di ranah politik dan kemanusiaan, tetapi juga dalam pelestarian nilai-nilai peradaban mereka,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *