TERITORIAL24.COM, SURABAYA — Di tengah keramaian aula Grand City Mall Surabaya, Kamis, 8 Mei 2025, para wali kota dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul dalam satu gawe nasional: Musyawarah Nasional (Munas) VII APEKSI.
Forum yang mengambil tajuk “Dari APEKSI untuk Negeri” itu dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang juga mantan Wali Kota Bogor.
Di barisan depan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas duduk menyimak penuh perhatian.
Bukan hanya datang sebagai peserta, Rico Waas juga hadir dengan membawa semangat: kolaborasi domestik sebagai kunci kemajuan perkotaan.
Dalam pernyataannya, Rico dengan tegas mengatakan, “Majukan kota tidak perlu harus sering-sering ke luar negeri. Kita bisa belajar dari kota lain di Indonesia.”
Pernyataan itu, yang disampaikan dengan nada tenang namun penuh makna, segera menjadi pembicaraan di kalangan kepala daerah yang hadir.
Rico tidak sedang meremehkan pentingnya studi banding ke luar negeri, namun ia mendorong agar energi dan biaya difokuskan lebih dahulu pada potensi kolaborasi lokal.
Ia menyebut banyak kota di Indonesia sudah menjalankan praktik-praktik maju, seperti dalam pengelolaan sampah atau pelayanan publik.
“Kita bisa saling sharing, saling belajar. Tidak harus jauh-jauh, karena solusi itu sudah ada di sekitar kita,” tambahnya.
Sebagai Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI, Rico juga memanfaatkan forum ini untuk memperkuat koordinasi dengan pusat. Persoalan-persoalan seperti pengelolaan sampah, pelayanan publik, infrastruktur, hingga pengembangan kota menjadi fokus utamanya.
Pemerintah Kota Medan, kata dia, tengah mencari solusi sistemik untuk penanganan sampah dari tingkat kecamatan sampai ke TPA, yang juga sedang dalam radar kebijakan Pemerintah Pusat.
Munas kali ini tidak hanya membicarakan soal teknis pemerintahan, tapi juga menyentuh isu strategis lain seperti peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan skema creative financing.
Bagi Rico, ini bukan sekadar diskusi, tapi peluang konkret untuk menyerap gagasan, mengintegrasikannya ke dalam grand plan Kota Medan, dan menyamakan langkah dengan kota-kota lain yang juga ingin tampil di panggung global.












