Polhukam

Kericuhan Warnai Temu Karya Karang Taruna Tebing Tinggi, SK Caretaker Dipertanyakan

362
×

Kericuhan Warnai Temu Karya Karang Taruna Tebing Tinggi, SK Caretaker Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Temu Karya Karang Taruna Kota Tebing Tinggi yang digelar di Aula Balai Kota Lantai 4, Jalan Sutomo, pada Rabu (25/6/2025)(foto:MYN)

TERITORIAL24.COM, TEBING TINGGI–Kegiatan Temu Karya Karang Taruna Kota Tebing Tinggi yang digelar di Aula Balai Kota Lantai 4, Jalan Sutomo, pada Rabu (25/6/2025), berubah ricuh akibat dipertanyakannya keabsahan panitia oleh sejumlah peserta.

Acara yang seyogianya menjadi wadah regenerasi organisasi kepemudaan ini justru diwarnai ketegangan dan keributan hingga pleno harus diskors dan akhirnya dibubarkan.

Insiden pertama terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat salah seorang peserta bernama Sapta menyampaikan interupsi dalam sidang pleno II.

Dalam pernyataannya, Sapta mempertanyakan legalitas panitia pelaksana, khususnya mengenai keterlibatan unsur Karang Taruna dari tingkat kelurahan dan kecamatan.

Ia menilai proses pelaksanaan temu karya tidak transparan dan terkesan tertutup.

“Kenapa undangan tidak jelas? Mengapa pengurus Karang Taruna tingkat kelurahan dan kecamatan tidak dilibatkan dalam penentuan panitia?

“Ini harus diluruskan sebelum acara dilanjutkan,” tegas Sapta yang disambut riuh oleh peserta lain.

Pernyataan tersebut memicu adu argumen antara panitia dan sejumlah peserta.

Suasana pun memanas ketika Ketua Caretaker Karang Taruna Kota Tebing Tinggi, Asnawi Mangku Alam, memberikan penjelasan yang dianggap tidak memuaskan.

Beberapa peserta menduga adanya upaya pengkondisian dalam pelaksanaan temu karya untuk kepentingan kelompok tertentu.

Situasi yang tak terkendali akhirnya memaksa panitia dan unsur terkait menunda acara demi menjaga ketertiban.

Peserta diminta meninggalkan lokasi dengan tertib, dan kegiatan dihentikan sementara.

Namun demikian, pada pukul 16.00 WIB, sidang pleno III kembali digelar dengan dihadiri lima pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan, Steering Committee (SC), caretaker, serta demisioner Karang Taruna Kota Tebing Tinggi.

Ketua Panitia, Rum Sitorus, tidak hadir dalam sidang lanjutan tersebut dengan alasan enggan terlibat dalam kejelasan legalitas panitia yang dipersoalkan.

Sebelum pleno dimulai, Asnawi Mangku Alam kembali menanyakan kepada peserta apakah sidang dapat dilanjutkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *