TERITORIAL24.COM, MEDAN – Deretan tenda putih berjajar rapi di sepanjang Jalan Masjid Raya, Medan, menyambut pengunjung dengan aroma rempah dan rasa yang bersahabat.
Dari satai daging lembut dengan bumbu kacang kental, hingga kudapan tradisional berbasis singkong dan ubi, semua tersaji dalam suasana meriah namun tertib.
Inilah Pekan Kuliner Halal, Aman dan Sehat atau Khas IV 2025, ajang tahunan yang kini kian matang.
Event kuliner yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan ini resmi dibuka oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, Rabu malam, 2 Juli 2025.
Dalam pidatonya, Rico menyebut Khas sebagai “ikhtiar kolektif untuk mempromosikan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga halal, aman, dan sehat.”
“Halal bukan sekadar syarat agama,” ujar Rico di hadapan tamu undangan yang termasuk Qori internasional KH Muammar ZA dan Sultan Deli ke-14.
“Ketika makanan sudah halal, ia juga aman dan sehat. Siapa pun bisa mengonsumsinya.”
Pernyataan Rico tidak datang tanpa latar. Dalam beberapa tahun terakhir, Medan mulai melirik potensi besar industri halal global, menyusul langkah negara-negara seperti Korea Selatan yang gencar memasarkan produk makanan halal.
Pada Mei lalu, kota ini bahkan menjadi tuan rumah K-Halal and Healthy Consumer Experience, event kolaboratif yang menyasar pasar Muslim lintas negara.
Khas IV sendiri bukan sekadar ajang pameran rasa. Ia menjadi ruang pertemuan antara cita rasa lokal dan kesadaran baru: pentingnya sertifikasi. Ketua MUI Kota Medan, Hasan Matsum, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program nasional. “Presiden Prabowo menargetkan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Ini adalah bagian dari upaya itu,” katanya.
Dalam mendukung upaya itu, MUI Kota Medan menggulirkan program sertifikasi halal gratis untuk pelaku UMKM.
“Kita siapkan satu juta sertifikasi halal. Jangan lewatkan kesempatan ini,” ujar Hasan.
Di tengah meningkatnya minat wisata kuliner berbasis etika konsumsi dan keamanan pangan, Khas IV menjelma lebih dari sekadar festival.












