TERITORIAL24.COM,GAZA-Dunia kemanusiaan kembali berduka. Seorang dokter spesialis jantung terkemuka di Jalur Gaza, dr. Marwan Al-Sultan, gugur dalam serangan udara brutal yang dilancarkan oleh militer Israel.
Tragisnya, serangan itu juga menewaskan delapan anggota keluarganya, termasuk istri, anak, dan saudaranya.
Seperti dilansir dari Palestinian Centre for Human Rights (PCHR) pada Rabu (2/7), serangan udara tersebut terjadi pada Selasa malam, 1 Juli 2025 sekitar pukul 22.30 waktu Gaza.
Pesawat tempur Israel meluncurkan dua rudal yang menghancurkan lantai atas sebuah bangunan milik keluarga Al-Sultan di kawasan Tal Al-Hawa, barat daya Kota Gaza.
Korban tewas dalam serangan itu antara lain:
dr. Marwan Al-Sultan (64), Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, spesialis jantung senior
dr. Huda Al-Sultan (62), istri beliau
dr. Samar Al-Sultan (33), putri mereka
dr. Abeer Al-Sultan (54), saudara perempuan
Menantu, keponakan, dan seorang cucu perempuan berusia 13 tahun
PCHR menegaskan bahwa tidak ada aktivitas militer di sekitar lokasi serangan dan tidak ada peringatan yang diberikan sebelumnya.
“Ini merupakan bagian dari pola penargetan sistematis terhadap warga sipil dan tenaga medis.”
“Serangan ini melanggar hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas lembaga HAM tersebut.
Gugurnya dr. Marwan merupakan kehilangan besar bagi dunia medis di Gaza.
Ia dikenal luas sebagai salah satu dari sedikit dokter spesialis jantung yang tersisa di wilayah yang dilanda krisis kemanusiaan akut akibat blokade dan perang berkepanjangan.
Di tengah keterbatasan obat-obatan, listrik, dan peralatan medis, ia tetap setia melayani pasien hingga akhir hayatnya.
Pihak Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, yang membangun dan mengelola Rumah Sakit Indonesia di Gaza, menyampaikan belasungkawa mendalam atas syahidnya dr. Marwan.
“Beliau adalah simbol perjuangan kemanusiaan. Syahidnya beliau adalah kehilangan yang sangat besar, bukan hanya untuk Gaza, tapi juga bagi rakyat Indonesia yang mendukung perjuangan Palestina,” kata juru bicara MER-C.












