BLITAR I TERITORIAL24.COM – Menghadapi potensi cuaca ekstrem dan meningkatnya intensitas hujan, Polres Blitar Kota memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di halaman Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar, Rabu (4/11/2026).
Apel dipimpin langsung Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K., dengan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, instansi terkait hingga relawan kebencanaan.
Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapan lintas sektor dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana sekaligus memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Sejumlah unsur yang terlibat antara lain Polres Blitar Kota, Kodim 0808 Blitar, Yon TP 533/SBP, BPBD Kota dan Kabupaten Blitar, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, Dinas Kesehatan, PLN, hingga organisasi relawan seperti RAPI, ORARI, Senkom, Pramuka dan Saka Bhayangkara.
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan Kapolres, disampaikan bahwa Jawa Timur masih menghadapi potensi kerawanan bencana alam yang membutuhkan kesiapsiagaan serius.
Sepanjang 2026, tercatat sebanyak 672 kejadian bencana di Jawa Timur, yang mengakibatkan 28 orang meninggal dunia, 55 orang luka-luka, serta kerugian material mencapai Rp7,552 miliar.
Sementara itu, prediksi BMKG menyebutkan musim hujan 2026–2027 diperkirakan datang lebih lambat dan berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur.
Menghadapi kondisi tersebut, seluruh jajaran diminta memperkuat tiga langkah utama, yakni memetakan wilayah rawan bencana bersama para pemangku kepentingan, meningkatkan koordinasi dan komunikasi antarinstansi melalui posko kesiapsiagaan, serta memastikan personel dan peralatan penanggulangan bencana selalu dalam kondisi siap digunakan.
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh berhenti pada kegiatan apel dan pemeriksaan pasukan.












