Peristiwa

‎Artefak paling berharga di Yordania:Surat Nabi Muhammad SAW kepada Kaisar Heraclius ‎

636
×

‎Artefak paling berharga di Yordania:Surat Nabi Muhammad SAW kepada Kaisar Heraclius ‎

Sebarkan artikel ini
‎Surat yang dikirim oleh Nabi Muhammad SAW kepada Kaisar Heraclius, penguasa Kekaisaran Bizantium pada abad ke-7 Masehi(foto: Twitter@Khan_zafarul)

‎TERITORIAL24.COM, YORDANIA– Surat yang dikirim oleh Nabi Muhammad SAW kepada Kaisar Heraclius, penguasa Kekaisaran Bizantium pada abad ke-7 Masehi, kini tersimpan dan dipamerkan di Prophet Mohammad Museum yang terletak di kompleks Masjid Raja Hussein, Amman, Yordania,Senin(28/7/2025).

‎Surat ini menjadi salah satu bukti sejarah penting dalam hubungan diplomatik Nabi Muhammad SAW dengan penguasa dunia pada masanya.

‎Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan oleh King Hussein Mosque, pihak museum menjelaskan bahwa koleksi ini merupakan salah satu artefak paling berharga yang ada di Yordania.

‎“Surat yang dikirim Nabi Muhammad SAW kepada Kaisar Bizantium Heraclius menjadi salah satu koleksi utama museum dan terus menarik perhatian pengunjung dari seluruh dunia,” tulis pihak museum.”

‎”Mereka juga menegaskan bahwa keberadaan surat ini menjadi bukti otentik peran Nabi Muhammad SAW dalam membangun hubungan dengan kerajaan-kerajaan besar di luar Jazirah Arab.

‎Prophet Mohammad Museum yang berdiri sejak tahun 2012 diresmikan langsung oleh Raja Abdullah II.

‎Museum ini menyimpan berbagai peninggalan yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad SAW.

‎Mulai dari sehelai rambut, busur panah, hingga surat diplomatik yang dikirimkan kepada para pemimpin dunia.

‎Namun, surat yang ditujukan kepada Kaisar Heraclius disebut sebagai salah satu koleksi yang paling diminati oleh wisatawan.

‎Dalam surat yang ditulis dalam bahasa Arab klasik tersebut, Nabi Muhammad SAW mengundang Heraclius untuk memeluk Islam.

‎Surat itu menegaskan bahwa jika Heraclius menerima Islam, maka ia akan memperoleh keselamatan dan pahala dua kali lipat.Namun jika ia menolak, maka ia akan memikul dosa rakyatnya.

‎Pesan yang tegas namun penuh penghormatan itu diyakini menunjukkan pendekatan dakwah dan diplomasi yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

‎Pihak museum menambahkan bahwa surat tersebut menjadi daya tarik utama bagi para peneliti dan sejarawan.

‎Banyak yang datang untuk melihat langsung keaslian dokumen yang diyakini telah berusia lebih dari 1.400 tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *