“Kalau memang ada oknum yang membekingi, harus diusut. Jangan ada penyelundupan balpres ke Tanjungbalai. Selain merugikan negara, persoalan ini juga kerap memicu keributan antar kelompok,” kata perwakilan massa melalui pengeras suara.
Nama oknum aparat, termasuk isu yang menyeret personel Brimob, turut menjadi sorotan dalam tuntutan massa. Namun, hingga kini belum terdapat keterangan resmi atau bukti yang membuktikan keterlibatan personel Brimob maupun aparat lainnya dalam aktivitas balpres tersebut.
Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri melalui Kasi Humas Ipda Ruslan membenarkan adanya warga yang datang ke Mapolres menyampaikan informasi mengenai dugaan keberadaan balpres di sebuah gudang.
Ruslan mengatakan polisi merespons laporan tersebut dengan mendampingi warga menuju lokasi. Pemeriksaan dipimpin Wakapolres bersama Kabagops, personel lainnya, warga dan kepala lingkungan setempat.
“Setelah dilakukan pemeriksaan areal gudang dimaksud, tidak ditemukan adanya balpres,” ujar Ruslan.
Ia menegaskan kehadiran polisi merupakan bentuk respons cepat terhadap informasi masyarakat sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya tindakan main hakim sendiri. (Red).












