Tak berhenti di situ, perwakilan massa juga melanjutkan aksinya ke Polres Tanjungbalai untuk membuat laporan resmi terhadap Arlinda.
“Ini peringatan keras. Jangan kira bisa seenaknya hina Tanjungbalai lalu sembunyi di luar negeri. Rakyat kami bangkit, dan kami tak akan diam!” ujar Arif, salah satu orator.
Kota Tanjungbalai mungkin kecil, tapi bukan berarti bisa disepelekan. Semangat warganya untuk menjaga martabat daerah dan bangsa patut diapresiasi. Kebebasan berekspresi bukan tiket untuk melecehkan identitas orang lain”ujar Zuanda dengan lantang dalam orasinya.(Ilham)












