Kota Medan

Belawan Terancam Kehilangan Generasi Emas, Bahrumsyah Desak Pemko Medan Bertindak

288
×

Belawan Terancam Kehilangan Generasi Emas, Bahrumsyah Desak Pemko Medan Bertindak

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BELAWAN —

Keresahan atas maraknya aksi tawuran antarwarga di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, kian memuncak.

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PAN, HT Bahrumsyah, mendesak agar Pemerintah Kota Medan segera melakukan intervensi serius guna menyelamatkan masa depan anak-anak di wilayah pesisir itu.

“Saya prihatin dengan kondisi anak Belawan saat ini. Mereka seharusnya belajar di sekolah, bukan di jalanan yang penuh kekerasan,” tegas Bahrumsyah, Sabtu, 10 Mei 2025.

Menurutnya, tawuran yang melibatkan anak-anak berusia 10 hingga 17 tahun bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga cerminan rapuhnya sistem sosial dan pendidikan.

Ia menyoroti faktor minimnya perhatian orang tua, yang menyebabkan anak mencari “rumah kedua” di lingkungan yang justru menyuburkan gaya hidup keras, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba.

“Kalau ini tidak segera dituntaskan, 10 hingga 20 tahun ke depan, kita bisa kehilangan satu generasi emas. Anak-anak yang tumbuh di tengah tawuran dan narkoba akan sulit jadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Politisi asal daerah pemilihan Medan Belawan ini juga menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

“Di Belawan, masing-masing jenjang pendidikan negeri—SMP dan SMA—hanya punya satu sekolah. Di kecamatan lain malah berlebih. Akibatnya, banyak anak yang terpaksa putus sekolah karena tidak mampu menjangkau sekolah swasta atau sekolah negeri yang jauh,” jelasnya.

Kondisi itu, lanjutnya, memperparah angka pengangguran dan memicu persoalan sosial yang lebih kompleks.

“Banyak anak putus sekolah yang akhirnya terjerat narkoba atau ikut tawuran,” tambahnya.

Sebagai solusi, Bahrumsyah mendesak Pemko Medan untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik di Belawan, tapi juga memberikan perhatian khusus dalam bentuk program pembinaan anak, pemberian beasiswa, dan pembangunan sarana olahraga yang bisa menjadi alternatif positif bagi anak-anak.

“Saya bahkan pernah mengusulkan agar Belawan dijadikan daerah khusus kota yang memiliki otonomi pengelolaan tersendiri, agar perhatian terhadap masalah sosialnya lebih maksimal,” pungkasnya.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *