TERITORIAL24.COM – Alam kembali “batuk”, dan manusialah yang terkejut mendengar suaranya.
Deretan bencana yang mampir belakangan ini bukan cuma berita rutin, tapi alarm keras yang kalau mau jujur sudah lama menyala, hanya saja kita pura-pura tidak mendengarnya.
Al-Qur’an sudah menegur dengan bahasa yang lebih tajam dari laporan investigasi mana pun.
Dalam QS Ar-Rum: 41, Allah menegaskan: kerusakan muncul di darat dan laut akibat ulah tangan manusia sendiri.
Itu bukan sindiran halus. Itu tamparan telak,bahwa banjir, longsor, dan kekacauan ekologis bukan “musibah tiba-tiba”, tetapi hasil keputusan kolektif yang ceroboh.
Ayat lain, QS Asy-Syura: 30, menguatkan:
“Musibah apa pun yang menimpa kalian adalah akibat perbuatan kalian sendiri.”
Jika ini dikutip oleh pakar lingkungan, mungkin kita anggap biasa.
Tapi ketika Allah yang berfirman, seharusnya malu kalau masih ngeyel menyalahkan cuaca, angin, atau istilah teknis lain yang sejatinya hanya menutup-nutupi buruknya pengelolaan alam.
Rasulullah SAW pun tak kalah tegas.
Dalam sebuah hadis sahih riwayat Ibnu Majah, Nabi bersabda:
“Tidaklah suatu kaum melakukan kekurangan takaran dan timbangan, melainkan mereka akan ditimpa paceklik dan tekanan penguasa.”
(HR. Ibnu Majah)
Pesannya jelas: ketika manusia curang, merusak tatanan, dan mengabaikan amanah, maka bencana sosial maupun alam akan menyusul. Ini bukan ancaman, tapi konsekuensi.
Ada lagi sabda Nabi yang lebih “menggelegar”:
“Jika zina dan riba telah tampak pada suatu kaum, maka mereka telah menghalalkan diri mereka untuk menerima azab Allah.”
(HR. Al-Hakim)
Hadis ini tidak bicara tentang moral semata, tapi soal keteraturan hidup.Ketika nilai-nilai dirusak, alam pun memantulkan konsekuensinya.
Dan sebagai pengingat lembut, Rasulullah bersabda:
“Barang siapa memperbanyak istighfar, Allah akan memberi jalan keluar dari setiap kesusahan.”
(HR. Abu Dawud)
Sejalan dengan QS Al-Anfal: 33, yang menegaskan bahwa Allah tidak akan menurunkan azab selama manusia masih beristighfar.
Masalahnya, kita sering lebih sibuk mencari kambing hitam daripada memegang cermin. Padahal dalam QS Ar-Ra’d: 11, Allah sudah mengingatkan:












