TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kalau ada satu hal yang sering bikin orang malas datang ke tempat wisata, selain macet dan harga makanan yang tiba-tiba naik saat musim liburan, ya urusan pungutan yang nggak jelas itu.
Di kawasan Wisata Air Panas Karo, Desa Semangat Gunung, persoalan ini sudah cukup lama jadi bahan obrolan pengunjung.
Kini, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mencoba mengubah cerita itu. Bukan cuma dengan menghapus pungutan bagi wisatawan, tapi juga dengan menyiapkan dua akses jalan baru menuju kawasan wisata tersebut.
Menurut Bobby, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan pengunjung datang tanpa dibebani pungutan yang selama ini kerap memunculkan polemik.
“Sudah komitmen tidak ada lagi pungutan kepada pengunjung. Ini menjadi langkah awal untuk menaikkan kelas objek pariwisata kita,” kata Bobby usai menerima audiensi Bupati Karo di Kantor Gubernur Sumut, Senin (22/6/2026).
Namun menghapus pungutan saja tentu tidak cukup. Wisata yang bagus juga harus mudah dijangkau. Karena itu, Pemprov Sumut bersama Pemkab Karo menyiapkan dua jalur akses baru menuju Air Panas Karo.
Dua Jalan Baru, Satu Tujuan: Jangan Semua Kendaraan Menumpuk di Berastagi
Selama ini, perjalanan menuju kawasan Air Panas Semangat Gunung sering kali harus melewati jalur yang sama dengan arus kendaraan menuju Berastagi. Akibatnya, ketika akhir pekan atau musim liburan tiba, kemacetan menjadi pemandangan yang hampir rutin.
Bupati Karo Antonius Ginting menjelaskan, jalur pertama akan menghubungkan kawasan Penatapan Berastagi dengan Desa Semangat Gunung. Jalur kedua menghubungkan Jaranguda dengan Desa Semangat Gunung.
Artinya, wisatawan dari Medan bisa langsung menuju lokasi tanpa harus memutar ke jalur yang selama ini padat.
Sementara pengunjung dari arah Simalungun atau Aceh Tenggara juga punya alternatif jalan yang lebih praktis.
Logikanya sederhana: semakin banyak pilihan akses, semakin kecil kemungkinan semua kendaraan menumpuk di satu titik.
Bagi warga Berastagi yang tiap musim liburan sudah akrab dengan antrean kendaraan panjang, rencana ini tentu terdengar cukup menjanjikan.












