“Lubang besar tepat di depan bengkel saya sangat mengganggu. Banyak pelanggan enggan datang sehingga berdampak pada pendapatan usaha dan pembayaran gaji karyawan,” ungkapnya.
Sementara itu, pemilik usaha fotokopi Alsabila, Resy Br Karo, mengaku debu menjadi persoalan utama yang dihadapi setiap musim kemarau.
“Debunya sangat banyak. Kami harus berulang kali membersihkan etalase. Truk melintas hampir tanpa henti sejak subuh. Mesin fotokopi dan printer sangat sensitif terhadap debu, sehingga sering mengalami kerusakan. Kalau tirai toko kami tutup agar debu tidak masuk, masyarakat justru mengira toko tidak buka,” ungkapnya.
Menurut Resy, kondisi jalan yang rusak juga membuat banyak pelajar memilih menggunakan jalur alternatif, sehingga jumlah pelanggan yang datang ke tokonya ikut berkurang.
“Kami berharap setelah jalan diperbaiki, aktivitas masyarakat kembali ramai dan perputaran ekonomi pelaku UMKM di Kota Galang semakin meningkat,” harapnya.
Pelaku usaha di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan juga meyakini perbaikan infrastruktur akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Mobilitas menjadi lebih lancar, distribusi barang lebih efisien, serta akses pelanggan menuju pusat-pusat usaha semakin mudah.
Masyarakat juga berharap pembangunan jalan segera direalisasikan dan disertai penertiban kendaraan bertonase berlebih agar kualitas jalan dapat terjaga dalam jangka panjang.
“Jalan yang baik akan memperlancar aktivitas ekonomi, meningkatkan daya saing usaha masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, perbaikan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Galang,” ujar Reny warga Galang pemilik usaha Ponsel. (Anggi)












