TERITORIAL24.COM, BOJONEGORO – Bolonemase Indonesia Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar kegiatan bakti sosial berupa penyaluran air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Jumat (17/7/2026) dengan menyasar tiga wilayah yang mengalami krisis air bersih, yakni Kecamatan Sumberrejo, Kecamatan Ngasem, dan Kecamatan Temayang.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata solidaritas organisasi dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau yang mulai mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah desa.
Distribusi air bersih diharapkan mampu meringankan beban warga yang selama beberapa waktu terakhir kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Koordinator Daerah (Korda) Bolonemase Indonesia Kabupaten Bojonegoro, Moh.Erwan Julianto, mengatakan bahwa bakti sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika menghadapi situasi yang membutuhkan kepedulian bersama.
Menurutnya, kegiatan sosial tidak hanya menjadi ajang berbagi bantuan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan rasa kemanusiaan antaranggota Bolonemase Indonesia bersama masyarakat.
“Kami mengajak seluruh bolo-bolo Bolonemase Indonesia Kabupaten Bojonegoro untuk bersama-sama turun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran kita diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi penyemangat bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan,” ujar Erwan.
Ia menambahkan, keterlibatan para relawan menjadi kekuatan utama dalam memastikan proses distribusi air bersih berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dengan kebersamaan, kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak diharapkan dapat terpenuhi hingga kondisi kembali normal.
Bakti sosial ini juga menjadi wujud nyata bahwa semangat kepedulian sosial harus terus dijaga dan diwujudkan melalui aksi langsung di lapangan.
Di tengah ancaman kekeringan yang kerap melanda sejumlah wilayah Bojonegoro setiap musim kemarau, kolaborasi antara organisasi masyarakat dan warga dinilai sangat penting untuk mempercepat penanganan dampaknya.












