TERITORIAL24.COM, TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Kamis (12/2/2027).
Musrenbang RKPD 2027 secara resmi dibuka oleh Mahyaruddin Salim, didampingi perwakilan Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprovsu, M. Armand Effendy Pohan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Mahyaruddin Salim menyampaikan sejumlah indikator makro pembangunan sebagai penjabaran visi dan misi Kota Tanjungbalai Tahun 2025–2029. Target pertumbuhan ekonomi pada 2027 diproyeksikan sebesar 5,90–6,30 persen, dengan PDRB per kapita mencapai Rp85,99 juta dan kontribusi PDRB provinsi sebesar 1,07 persen.
Selain itu, tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 10,00–9,50 persen pada 2027, dengan gini rasio 0,231–0,229. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan berada pada kisaran 81,00–81,40, sementara tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan pada angka 3,41–3,83 persen. Indeks reformasi birokrasi ditargetkan mencapai nilai 72,00 pada 2027.
“Angka kemiskinan berhasil turun dari 11,97 persen menjadi 10,67 persen, dan IPM meningkat dari 75,95 poin menjadi 76,70 poin. Ini merupakan capaian yang cukup baik dan akan terus kita tingkatkan,” ujar Mahyaruddin Salim.
Wali Kota mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyatukan persepsi dalam merumuskan arah pembangunan tahun 2027 yang difokuskan pada sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, sejalan dengan Program Prioritas Pembangunan Utama (PPU) yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029.
Sebanyak 15 Program Prioritas Pembangunan Utama dipaparkan, di antaranya ASN berkualitas dan berintegritas, regulasi adaptif dan partisipatif, digitalisasi pelayanan publik, penataan kota yang nyaman dan inklusif, pendidikan unggul dan merata, layanan kesehatan prima, infrastruktur berdaya saing, penguatan UMKM dan ekonomi mandiri, kota bersih dan tangguh bencana, hingga penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.












