Ustadz Muslim menjelaskan bahwa sholawat adalah ibadah istimewa karena Allah sendiri yang memulainya.
“Allah perintahkan sholat, tapi Allah tidak sholat. Allah perintahkan puasa, tapi Allah tidak puasa. Namun Allah perintahkan sholawat, dan Allah sendiri yang memulainya bersama para malaikat,” jelasnya.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat di bulan Sya’ban sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Menghidupkan Sunnah dan Meraih Syafaat Rasulullah SAW
Di akhir ceramahnya, Ustadz Muslim mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Thabrani:
“Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku berarti ia mencintaiku, siapa saja yang mencintaiku, ia akan bersamaku di surga.”
Menurutnya, cara terbaik untuk meraih syafaat Rasulullah SAW adalah dengan menghidupkan sunnah beliau, memperbanyak sholawat, dan menjalani ibadah dengan ikhlas.
“Bulan Sya’ban bukan sekadar jembatan menuju Ramadan, tapi juga kesempatan memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan mendekatkan hati kepada Allah dan Rasul-Nya,” tutup Ustadz Muslim.
Sebagai renungan, ia mengajak jamaah untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah kita ingin amal kita diangkat dalam keadaan terbaik? Sudahkah kita merindukan Ramadan seperti Rasulullah SAW? Seberapa banyak sholawat yang telah kita lantunkan di bulan ini?
Bulan Sya’ban akan segera berlalu, dan tidak ada yang tahu apakah masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadan berikutnya.
Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk memanfaatkan bulan ini dengan memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitas spiritual.***












