TERITORIAL24.COM, Asahan- Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Asahan mengalami peningkatan cukup siginifikan. Dari sebesar 74,14 persen pada 2024, meningkat menjadi 75,13 persen di tahun 2025.
Kenaikan capaian IPM itu diungkapkan Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi dalam sambutannya diacara pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) Asahan 2025 yang digelar di Hotel Antariksa Kisaran, Selasa (16/12/2025).
“Peningkatan IPM tersebut tidak hanya disebabkan terjadinya kenaikan pengeluaran per kapita, juga disebabkan terjadinya penurunan tingkat kemiskinan,” ujar Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi diacara yang dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematang Siantar, Ahmadi Rahman bersama OPD itu.
Taufik mengatakan, meningkatnya capaian IPM tersebut seiring dengan capaian indikator pembangunan daerah. Sesuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Asahan pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2025 tercatat tumbuh 4,51 persen (year on year) dibandingkan triwulan III tahun 2024.
Kontribusi terbesar pertumbuhan tersebut berasal dari sektor tertier, seperti sub sektor penyediaan makan dan minum yang tumbuh hingga 6,45 persen. Selain itu juga sejalan dengan semakin luasnya cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Taufik menambahkan, dinamika perekonomian global dan nasional turut memberikan tekanan terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan data terkini, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Asahan mengalami kenaikan sebesar 4,53 persen dibandingkan bulan November 2025.
Komoditas penyumbang utama kenaikan IPH tersebut diantaranya cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras. Kondisi itu dipengaruhi gangguan distribusi serta meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun.
Sebelumnya dikesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematang Siantar, Ahmadi Rahman mengatakan, pengendalian inflasi daerah harus dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan stabilitas sistem keuangan, kelancaran distribusi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.












