“Setiap paket bantuan yang dikirim bukan sekadar barang, tetapi harapan. Relawan kita melihat langsung bagaimana warga Aceh Tamiang berjuang membersihkan rumah, mencari barang yang masih tersisa, dan menenangkan anak-anak mereka. Semoga bantuan ini menjadi energi baru untuk mereka,” ujarnya.
Relawan di lapangan melaporkan bahwa kondisi sebagian wilayah masih berlumpur, sementara warga berusaha memulihkan kondisi rumah, mushala, dan fasilitas umum yang rusak.
Aksi kemanusiaan ini menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat Sumatera Utara terhadap daerah terdampak bencana.
Donasi dapat mengalir cepat karena kolaborasi antar lembaga dan kepercayaan masyarakat yang tinggi.
“Ketika Aceh Tamiang membutuhkan bantuan, warga Tebing Tinggi dan Sergai ikut hadir tanpa diminta. Ini bukti bahwa kita tidak pernah sendirian dalam menghadapi musibah,” kata Suherman.
Bantuan tersebut kini sedang didistribusikan ke beberapa titik pengungsian yang paling membutuhkan, termasuk desa-desa yang aksesnya terisolir akibat banjir.***












