Religi

Dagang Cara Rasulullah SAW: Bukan Sekadar Mengejar Untung, tetapi Memburu Keberkahan

102
×

Dagang Cara Rasulullah SAW: Bukan Sekadar Mengejar Untung, tetapi Memburu Keberkahan

Sebarkan artikel ini

Oleh: Assoc.Prof.Dr.H.Usman Jakfar, LC.MA

Assoc.Prof.Dr.H.Usman Jakfar, LC.MA menjelaskan,Rasulullah Saw telah memberikan teladan tentang pentingnya integritas dalam aktivitas perdagangan(Ist)

TERITORIAL24COM|MEDAN-Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, keuntungan sering kali menjadi ukuran utama keberhasilan.

Harga ditekan, promosi diperkuat, pelanggan diburu, dan berbagai strategi diterapkan agar omzet terus meningkat.

Namun, Islam mengajarkan bahwa perdagangan tidak berhenti pada persoalan berapa besar keuntungan yang diperoleh.

Ada pertanyaan yang jauh lebih penting: apakah keuntungan tersebut diperoleh secara halal, apakah transaksi dilakukan dengan jujur, apakah tidak ada pihak yang dizalimi, dan apakah harta yang diperoleh membawa keberkahan?

Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang pentingnya integritas dalam aktivitas perdagangan.

Sebelum menerima wahyu, beliau dikenal masyarakat sebagai sosok yang terpercaya dan jujur.

Dalam tradisi Islam, beliau dikenal dengan sebutan Al-Amin dan Ash-Shadiq.

Rasulullah SAW bersabda:

«“Pedagang yang jujur dan amanah bersama para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada.”»HR.Tirmidzi.

Pesannya sangat jelas: kejujuran dalam perdagangan bukan kelemahan, melainkan kemuliaan.

Jujur Ketika Ada Kesempatan untuk Berbohong

Godaan terbesar dalam perdagangan terkadang muncul ketika seorang pedagang memiliki kesempatan untuk menyembunyikan kekurangan.

Barang yang cacat bisa saja ditutupi. Kualitas dapat dilebih-lebihkan. Timbangan bisa dikurangi. Informasi penting sengaja tidak disampaikan.

Namun, ajaran Rasulullah SAW justru menempatkan kejujuran dan keterbukaan sebagai fondasi transaksi.

Rasulullah SAW bersabda bahwa apabila penjual dan pembeli berlaku jujur serta menjelaskan kondisi transaksi, jual beli mereka akan diberkahi.

Sebaliknya, apabila keduanya berdusta dan menyembunyikan sesuatu, keberkahan jual beli tersebut akan dihapus.HR. Bukhari dan Muslim.

Di sinilah perbedaan antara sekadar berjualan dan berdagang dengan nilai-nilai Islam.

Pedagang boleh mencari keuntungan. Bahkan keuntungan merupakan bagian yang wajar dalam aktivitas perdagangan. Tetapi keuntungan tidak boleh dibangun di atas kebohongan.

Jujur bukan sekadar menjaga pelanggan. Jujur adalah menjaga keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *