Religi

Dagang Cara Rasulullah SAW: Bukan Sekadar Mengejar Untung, tetapi Memburu Keberkahan

120
×

Dagang Cara Rasulullah SAW: Bukan Sekadar Mengejar Untung, tetapi Memburu Keberkahan

Sebarkan artikel ini

Oleh: Assoc.Prof.Dr.H.Usman Jakfar, LC.MA

Assoc.Prof.Dr.H.Usman Jakfar, LC.MA menjelaskan,Rasulullah Saw telah memberikan teladan tentang pentingnya integritas dalam aktivitas perdagangan(Ist)

Demikian pula, praktik riba harus dihindari sesuai ketentuan syariat.

Prinsip sederhananya:

Barang jelas, harga jelas, akad jelas, dan hak serta kewajiban masing-masing pihak jelas.

Jangan membuat transaksi menjadi rumit atau tidak transparan sehingga pihak lain tidak memahami apa yang sebenarnya mereka beli atau sepakati.

Bersainglah, tetapi Jangan Menjatuhkan

Persaingan bisnis merupakan sesuatu yang wajar. Namun, persaingan tidak berarti bebas melakukan segala cara.

Islam mengajarkan etika dalam berkompetisi. Rasulullah SAW melarang seseorang melakukan penawaran atas penawaran saudaranya dalam kondisi yang dilarang syariat.HR. Bukhari dan Muslim.

Prinsip tersebut mengajarkan bahwa persaingan harus dilakukan secara sehat.

Jika produk pesaing lebih baik, tingkatkan kualitas produk sendiri.

Jika pelayanan pesaing lebih unggul, perbaiki pelayanan.

Jika pelanggan memilih pesaing, jadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi.

Naikkan kualitas diri, bukan menjatuhkan orang lain.

Dalam bisnis, kemenangan yang sehat bukan ketika pesaing hancur, melainkan ketika kita mampu tumbuh karena kualitas, pelayanan, dan integritas.

Mudah kepada Pembeli, Mudah pula dalam Menagih

Rasulullah SAW juga mengajarkan etika pelayanan yang sangat manusiawi.

Beliau mendoakan orang yang mudah ketika menjual, mudah ketika membeli, dan mudah ketika menagih haknya.HR. Bukhari.

Prinsip ini sangat relevan dengan dunia usaha saat ini.

Pelanggan tidak hanya membeli barang atau jasa. Mereka juga merasakan bagaimana mereka diperlakukan.

Pedagang yang ramah, komunikatif, tidak mempersulit, dan mampu memberikan solusi akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan.

Bisnis yang baik bukan hanya membuat pelanggan datang sekali, tetapi membuat mereka ingin kembali.

Pelayanan yang baik bukan berarti mengabaikan hak pedagang. Namun, setiap transaksi dijalankan dengan sikap manusiawi, profesional, dan tidak mempersulit pihak lain tanpa alasan yang dibenarkan.

Harta Bukan Sekadar untuk Ditumpuk

Islam mengajarkan bahwa harta merupakan amanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *