Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan penuh makna tentang pentingnya menuntut ilmu dan menghadiri majelis ilmu sebagai jalan menuju keberkahan hidup.
“Barang siapa menuntut ilmu atau menghadiri majelis ilmu, maka Allah akan limpahkan rahmat dan para malaikat akan memuliakannya,” tutur Kyai Ahmad, mengingatkan jamaah bahwa semangat belajar dan mencari ilmu adalah warisan luhur para santri yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Kegiatan ini tidak hanya menggugah semangat religius, tetapi juga menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebanggaan warga Desa Jimbe. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua, semuanya terlibat aktif dalam menyukseskan acara ini.
Semangat gotong royong dan kekompakan menjadi bukti bahwa nilai-nilai santri tidak hanya hidup di pondok pesantren, tetapi juga di tengah masyarakat desa yang menjunjung tinggi kebersamaan.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, Desa Jimbe menunjukkan bahwa semangat santri bukan hanya milik mereka yang menimba ilmu di pesantren, tetapi juga milik seluruh umat yang mencintai ilmu, kedamaian, dan persatuan.
Dari pawai payung yang ceria hingga lantunan shalawat yang menggema, semuanya menjadi pengingat bahwa dengan iman, ilmu, dan kebersamaan, masyarakat bisa terus maju — meneladani semangat para santri untuk membangun bangsa yang berakhlak mulia dan penuh berkah.(Didik)












